Selasa, 20 Maret 2018

Bos Sepatu Brodo Mulai Bisnis dari Tabungan Angpau Lebaran



Foto: Detikfinance

Yukka Harlanda (kiri)

SETELAH usaha berkembang, cari suntikan modal dari investor itu  mudah! 

Siapa sangka modal awal seorang Yukka Harlanda, founder Brodo, merek sepatu pria terkenal, hanya dikumpulkan dari tabungan yang dikumpulkan sejak SD. Bahkan, uang tabungan itu sebagian besar didapat dari uang angpau yang dia terima saat Lebaran.

"Sampai sekarang saya masih ingat, tiap Lebaran itu dapat THR. Ditabung di bank, dari SD sampai kuliah. Pas saya cek, kirain sudah Rp 100 juta, ternyata cuma Rp 3,5 juta," kata Yukka dalam acara d'preneur Entrepreneur Juara di Ice Palace, Lotte Shopping Avenue, Jakarta, seperti dilansir Detikfinance.

Akhirnya, dari uang sebesar Rp 3,5 juta tersebut dia pakai untuk modal membuat empat lusin sepatu. Seiring waktu berjalan, dia sukses membuat dan memasarkan sepatu dengan merek Brodo. Mulai dari duit tabungan, pinjam dari orang tua, keluarga hingga bisa meminjam ke bank.

"Karena kita start pas kuliah, jadi masih dapat passive income. Ada duit tambahan, kita pakai jajan, dan lain-lain. Tapi begitu lulus, kita butuh ekspansi, mulailah pinjam-pinjam duit, pinjam ke bank dan akhirnya lanjut terus," tutur Yukka.

Diburu  Investor
Setelah usaha sepatunya makin berkembang, Yukka mengaku perlu juga suntikan modal untuk meningkatkan produksi dan ekspansi usaha. 

''Tambahan modal bisa didapat dengan meminjam dari pihak tertentu hingga mencari investor yang tertarik dengan skema bisnis yang kita jalankan,'' katanya.
Namun ketika sukses sudah diraih, dia mengaku tidak sulit mencari suntikan modal. Bahkan, banyak investor yang justru memburu dirinya agar bisa ikut menanamkan modal pada bisnisnya. 



"Bagaimana cari investor, sebenarnya kita enggak pernah cari. Kadang kayak di-approach, percaya deh. Kita posisi enggak cari dan memang dana profit cukup untuk ekspansi," kata Yukka.

Saat butuh dana tambahan, kata Yukka, dia tak langsung mengungkapkan secara nyata. Pasalnya dengan demikian, calon investor semakin penasaran untuk menanamkan modalnya, terlebih lagi melihat merek bisnis yang sudah terkenal.
"Jangan bilang cari investor. Main psycological game. Supaya penasaran butuh investment, bilang enggak perlu dan mereka makin penasaran," tutur Yukka.

Dana yang didapatkan dari investor, lanjut Yukka, digunakan untuk menambah toko hingga menambah pegawai untuk mengembangkan bisnis Brodo. Namun, dia menekankan agar dana dari investor harus dimanfaatkan dengan baik, sehingga memberikan dampak yang luas bagi usaha.

Selain itu, jika ada dana cukup, menurut Yukka, tidak kalah penting adalah pengembangkan sumber daya manusia (SDM), seperti merekrut karyawan yang berpengalaman kerja untuk support tim kerja, untuk support pertumbuhan usaha. (sb-18)

Sumber : Detikfinance.com




Share This
Previous Post
Next Post

Professional trader and journalist. He's a simple man.

0 komentar: