Sabtu, 07 Juli 2018

Jangan Salah Pilih, Inilah 64 Fintech yang Terdaftar di OJK

Foto: Kontan

FINANCIAL  technology atau populer disingkat Fintech, merupakan suatu inovasi pembiayaan keuangan dengan memanfaatkan teknologi sebagai pendukung layanannya. Istilahnya, inilah layanan jasa keuangan jaman now, di mana hampir semua orang sudah melengkapi dirinya dengan gadget berupa smartphone yang dapat mengakses internet dari mana saja dan kapan saja. 

Konsep dasar Fintech adalah mengadaptasi pada perkembangan teknologi yang dipadukan dengan bidang finansial sehingga bisa menghadirkan proses transaksi keuangan yang lebih praktis, aman, modern, dan menjangkau masyarakat luas. Tak heran industri Fintech di Indonesia berkembangan sangat pesat. 

Pengguna layanan Fintech pun melesat dahsyat, sebagian besar kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Mengapa? Karena keberadaan layanan Fintech memberi manfaat bagi UMKM yang memerlukan modal usaha, tetapi menghadapi kendala mengajukan kredit ke bank karena banyak persyaratannya. 

Peneliti Intitute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, mayoritas UMKM belum menjangkau bank. Sehingga, Fintech dapat menjadi jalan keluar pembiayaan UMKM tersebut.

Menurut dia, saat ini terdapat sekitar 11 juta UMKM yang telah terjangkau layanan bank (bankable). Sisanya sekitar 49 juta belum terjangkau layanan bank (unbankable). Jadi, industri Fintech memiliki peluang pertumbuhan sangat besar karena masih dibutuhkan oleh sekitar 49 juta UMKM. 

"Fintech memiliki kelebihan, yakni meratakan penyaluran kredit karena bisa menjangkau pelosok wilayah. Terlebih, perbankan juga memiliki kesulitan menyalurkan ke pelosok karena memperhitungkan biaya operasional," kata Bhima.




Namun, amankah bagi pelaku UMKM atau masyarakat secara umum yang ingin memanfaatkan jasa keuangan dari Fintech? Nah, ini masyarakat perlu hati-hati mana Finctech yang terpercaya dan abal-abal. Sebab semua operasional Fintech di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sayangnya, masih sedikit sekali pengusaha Fintech yang mau mendaftarkan dan mengurus perizinan untuk usaha Fintech-nya ke OJK. 

Untuk memastikan Fintech itu menyediakan layanan keuangan terpercaya, pastikan Fintech tersebut telah berizin dan terdaftar di OJK. Jika Fintech tersebut sudah berizin dan terdaftar di OJK, maka semua layananannya kepada masyarakat benar-benar dalam pengawasan OJK, sehingga  memiliki perlindungan secara hukum. 

Nah, baru-baru ini OJK merilis daftar 64 Fintech yang telah terdaftar di OJK:










Jenis-jenis Fintech 

Untuk melengkapi pengetahuan Anda tentang Fintech, Anda perlu juga mengetahui jenis-jenis Fintech. Seperti dilansir Goukm.id, ada tujuh jenis Fintech: 

1. Pengelolaan Aset

Pengelolaan atau manajemen aset termasuk jenis Fintech yang mengelola pada bagian operasional seperti penggajian, pengelolaan karyawan, sistem pembiayaan dan lain-lain. Saat ini banyak perusahaan yang membuka usaha Fintech bidang ini. Misalnya Jojonomic, salah satu jenis startup yang bergerak di bidang manajemen aset. Perusahaan ini menyediakan platform Expense Managament System untuk membantu berjalannya sebuah usaha agar lebih efektif dan efisien.

Dengan adanya Fintech jenis Jojomic maka masyarakat Indonesia bisa lebih menghemat kertas atau paperless. Karena semua rekapan pergantian biaya yang dilakukan manual dan membutuhkan banyak dana kini cukup dilakukan dengan aplikasi saja.

2. Penggalangan Dana atau Crow Funding

Jika menyebut tentang crow funding pastinya sudah menebak bahwa ini adalah jenis Fintech. Kegiatan penggalangan dana, beramal dan kegiatan sosial lainnya sekarang sudah bisa melalui Fintech crow funding ini. Bisa dikatakan crow funding merupakan startup yang menyediakan platform penggalangan dana untuk disalurkan kembali kepada orang-orang yang membutuhkan seperti korban bencana alam, korban perang, mendanai pembuatan karya dan lainnya.

Penggalangan dana juga dilakukan secara online sehingga semua daerah bisa terjangkau. Bisa ikut menyumbangkan. Contoh dari Fintech yang bergerak dalam bidang crow funding adalah kitabisa.com. Fintech jenis ini menciptakan suatu wadah yang bisa membantu sesama dengan cara yang lebih mudah, aman dan efisien.

3. E-Money

Dibandingkan Fintech lainnya, e-Money memang sangat familiar. Karena bisa ditemui di jalan tol hingga transportasi umum lainnya. Uang elektronik ini memang masuk ke dalam salah satu jenis Fintech yang dikemas ke dalam dunia digital. Sehingga ada yang mengatakan e-Money merupakan dompet elektronik karena bisa juga digunakan sebagai alat pembayaran di swalayan.

Salah satu contoh Fintech e-Money ini adalah aplikasi doku yang bisa dengan mudah diunggah di smartphone. Aplikasi fintech ini dilengkapi dengan fitur link kartu kredit dan uang elektronik atau cash wallet yang bisa digunakan untuk berbelanja baik secara online maupun offline kapan dan di mana saja.

4. P2P Lending

Peer to Peer (P2P) lending merupakan salah satu jenis Fintech yang menyediakan platform pinjaman secara online. P2P Fintech dianggap sangat penting karena yang menyediakan modal untuk membuka usaha. Fintech ini melahirkan ide yang banyak untuk mendirikan startup jenis ini.

Bagi orang-orang yang membutuhkan dana untuk membuka atau mengembangkan usahanya sekarang bisa menggunakan jasa Fintech yang bergerak di bidang P2P lending. Salah contoh dari P2P adalah uangteman.com. Fintech ini untuk memenuhi kebutuhan finansial masyarakat hanya dengan mengisi formulir di website situs tersebut untuk memenuhi persyaratannya.



5. Payment Gateway

Istilah payment gateway sebenarnya lebih populer dibandingkan dengan apa itu Fintech. Istilah ini mulai muncul seiring dengan bertumbuhnya perusahaan e-commerce yang mempengaruhi pertumbuhan startup yang menjadikan jembatan penghubung antara e-Commerce dengan pelanggan, terutama untuk sistem pembayaran.

Layanan payment gateway juga biasanya digunakan melayani masyarakat yang memilih metode pembayaran berbasis digital yang dikelola oleh sejumlah startup. Sehingga akan meningkatkan penjualan e-Commerce. Salah contoh fintech yang bergerak dalam payment gateway adalah iPaymu.

6. Remittance

Fintech Remittance merupakan Fintech yang menyediakan layanan pengiriman uang antarnegara. Saat ini didirikan jenis Fintech Remittance untuk membantu masyarakat yang memang tidak memiliki akun atau akses perbankan. Dengan adanya Fintech jenis ini, maka akan membantu para tenaga kerja Indonesia (TKI) atau siapa saja yang bekerja di luar negeri untuk mengirimkan uangnya ke keluarga yang berada di Indonesia. Dengan adanya Fintech jenis ini, maka pengiriman uang jadi lebih murah dan aman.

7. Securities

Saham, foreign exchange (forex) atau valuta asing (valas), reksadana merupakan jenis Fintech yang menyediakan platform untuk berinvestasi saham secara online. Biasanya Fintech jenis ini juga menyediakan platform untuk jual beli reksa dana secara online, memberikan layanan data, informasi, alat investasi reksa dana, saham, obligasi dan lain-lain. (sb-18)

Referensi: Goukm.id, Detikfinance.com, Liputan6.com, OJK




Rabu, 25 April 2018

Datang ke ACC Telomoyo Semarang, Bisa Cari-cari Mobil Bekas sambil Menikmati Kuliner



Foto: Suara Merdeka



Pengunjung memilih mobil bekas yang diminati di sentra mobil bekas ACC Telomoyo Semarang.

JIKA Anda punya rencana mencari-cari mobil bekas sekaligus ingin memanjakan lidah dengan menikmati aneka menu kuliner nan lezat khas Semarang, paling pas datang saja ke sentra penjualan mobil bekas ACC Telomoyo yang berlokasi di Jalan Gajahmada No 138 Semarang.

Yes, potensi bisnis mobil bekas kian prospektif. Hal itu didukung oleh semakin banyaknya lembaga pembiayaan yang memfasilitasi pembelian mobil second ini secara kredit. Selain itu, showroom mobil bekas makin menjamur, dan sentra penjualan mobil bekas juga terus bertambah. Peluang bisnis itu pun diambil oleh Cin Cin, pengelola ACC Telomoyo. 



Grand opening ACC Telomoyo baru akan digelar pada Sabtu (28/4/2018) lusa, namun bursa mobil bekas teranyar di Kota Semarang ini secara soft opening sudah dibuka sejak dua pekan lalu. Jadi sekarang pun Anda sudah bisa jalan-jalan mencari mobil bekas ke sana, siapa tahu ketemu unit mobil dan harga yang cocok. 

''Semarang menjadi barometer penjualan mobil bekas di Jateng, kini prospeknya menggembirakan, penjualan terus tumbuh,” ungkap Cin Cin seperti dilansir Suara Merdeka, Kamis (26/4/2018).

Menurut dia, setiap tahun rata-rata pertumbuhan penjualan mobil bekas bisa mencapai 10% dengan jumlah volume penjualan berbeda dari masing-masing dealer mobil bekas.

”Hadirnya berbagai varian mobil baru tidak terlalu berpengaruh terhadap penjualan mobil bekas. Segmennya berbeda, ada segmen masyarakat yang memang mencari mobil bekas dengan alasan harga terjangkau dan fungsional,” jelas Cin Cin.

Voucher Bensin Rp 500 Ribu 

Cin Cin mengungkapkan, sentra mobil bekas ACC Telomoyo menawarkan konsep berbeda dari sentra penjualan mobil pada umumnya, terutama yang sebelumnya sudah ada di Kota Semarang. Bursa mobil bekas ini didesain menyatu dengan Gama Food Festival yang menyediakan 40 stan makanan pilihan. 

”Jadi, sambil lihat-lihat mobil bekas bisa sambil kulineran,” jelas Cin Cin.

Dia menambahkan, bursa mobil bekas ACC Telomoyo menempati lahan seluas enam ribu meter persegi yang ditempati 46 pedagang dan dealer mobil bekas. Sedikitnya terdapat 180 mobil bekas berbagai merek dengan harga sekitar Rp 70 juta sampai Rp 300 juta dipajang di tempat itu.



Menurut Cin Cin, sentra mobil bekas ACC Telomoyo Semarang akan beroperasi setiap hari, pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Pihaknya menargetkan setiap bulan bisa menjual 100 unit mobil berbagai tipe. 

”Kendaraan yang paling banyak diminati adalah jenis SUV, MPV, city car dan sedan,” katanya.

Dia menambahkan, selama masa grand launching nanti hingga akhir Mei 2018 disediakan voucher bensin Rp 500 ribu setiap pengajuan kredit yang disetujui. (sb-18)

Sumber: Suaramerdeka.com




Selasa, 10 April 2018

Kartu Kredit Digital Lagi Ngetren, Apa Saja Sih Keunggulannya?


Ilustrasi: Payments


TREN bertransaksi menggunakan e-money (uang elektronik) atau disebut juga uang virtual di penjuru dunia, termasuk Indonesia, telah diikuti dengan tren baru layanan kartu kredit digital atau kartu kredit virtual. Seperti apa sih keunggulan kartu kredit digital, bagaimana pula cara penggunaannya? Lantas, apa perbedaan antara kartu kredit konvensional degan kartu kredit digital?

Di Indonesia, penyedia layanan kartu kredit digital antara lain Kredivo dan AkuLaku. Kedua aplikasi ini mengklaim bisa memberikan fasilitas cicilan, bahkan tanpa kartu kredit. Dari laman resmi cicilan Kredivo memiliki bunga tetap 2,95% per bulan. Masa cicilan yang tersedia saat ini adalah tiga bulan, enam bulan, dan 12 bulan. Tidak ada uang muka yang perlu dibayarkan.



CEO and Co-Founder Kredivo, Akhsay Garg mengungkapkan, layanan kartu kredit digital didesain sebagai solusi dari kendala pengajuan dan penggunaan kartu kredit konvensional yang dikeluarkan bank pada umumnya. Jika pengajuan kartu kredit biasanya prosesnya lama dan dengan persyaratan berbelit, tetapi pengajuan kartu kredit digital bisa dengan persyaratan mudah dan cepat disetujui. 

Kredivo kini merupakan salah satu perusahaan financial technology (fintech) yang produk kartu kredit digital-nya banyak dipakai nasabahnya untuk belanja di ratusan e-commerce di Indonesia.

Berbeda dari Kredivo, AkuLaku adalah sebuah marketplace yang memungkinkan Anda membeli barang dengan fasilitas cicilan tanpa kartu kredit. Tapi AkuLaku masih mewajibkan calon pembeli untuk memberikan down payment (DP) atau uang muka untuk setiap transaksi pembelian.



General Manager Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI), Steve Marta menjelaskan,  fenomena kartu kredit digital ini sebenarnya hanya fasilitas kredit atau cicilan yang diberikan kepada calon pembeli. 

"Jadi ya sifatnya fasilitas saja. Hampir mirip dengan kartu kredit fisik dan sama-sama memiliki plafon," kata Steve, seperti dilansir dari Detikfinance, Selasa (10/4/2018).

Dia menjelaskan, untuk metode pembayaran cicilan secara digital memiliki mekanisme yang serupa dengan cicilan biasa. 

"Sebenarnya sama-sama kredit kan, hanya polanya saja yang baru kalau dulu manual sekarang digital. Ini memang menggeser pola yang lama," ujar dia.

Steve mengaku tak khawatir meskipun mulai bermunculan fasilitas kredit melalui jalur digital ini. Pasalnya antara kartu kredit fisik dan kartu kredit digital memiliki kelebihan dan kekurangan serta target pasar masing-masing.

Dari berbagai penjelasan narasumber tersebut, dengan diperkaya data-data lain yang terkait, maka perbedaan kartu kredit digital dan kartu kredit konvensional antara lain: 

Kartu Kredit Konvensional:



Ilusstrasi: Jcmagazine


Kartu kredit konvensional atau kartu kredit fisik dikeluarkan oleh bank, berbentuk persegi panjang, berbahan plastik serta dilengkapi dengan chip sebagai pengaman. Selain itu, nama lengkap pemegang kartu juga tertera bersama dengan nomor kartu hingga nomor CVV yang terletak di belakang kartu. Jumlah limit atau plafon yang diberikan mulai dari Rp 3 juta hingga Rp 1 miliar atau lebih.

Untuk mendapatkan kartu kredit konvensional, calon nasabah harus mengajukan permohonan ke bank. Persyaratannya mulai dari kartu identitas, slip gaji, dan mengisi formulir pendaftaran di sales atau customer service bank. 

Lama proses pengajuan kartu kredit konvensional adalah 14 hari kerja. Setelah permohonan diajukan Anda akan mendapatkan notifikasi dari bank apakah pengajuan kartu kredit tersebut disetujui atau dtolak.

Kartu kredit konvensional setiap bulannya memiliki tagihan jika digunakan oleh pemilik kartu dan dikirimkan ke alamat pemilik. Selain itu beberapa kartu kredit dari bank tertentu mengenakan biaya tahunan atau annual fee yang jumlahnya bervariasi, namun tak jarang bank yang memberikan gratis biaya tahunan untuk nasabahnya. 

Selain itu, kartu kredit yang diterbitkan beberapa bank juga memiliki fasilitas cicilan yang dibagi dari tiga bulan, enam bulan hingga satu tahun dengan bunga 0%. 



Kartu Kredit Digital:



Ilustrasi: Katadata

Sedangkan kartu kredit digital dikeluarkan oleh perusahaan financial technology (fintech). Layanan kredit ini menawarkan kemudahan melalui aplikasi di smartphone (telepon pintar) atau website. Kartu kredit digital ini menyasar orang-orang berpenghasilan cukup, namun mereka sulit mendapatkan akses kartu kredit dari bank (underbank).

Untuk orang yang ingin mendapatkan kredit digital diwajibkan melengkapi persyaratan seperti mengisi formulir pendaftaran dan mengunggah foto kartu identitas ke aplikasi penyedia kredit tersebut.

Nantinya perusahaan kredit online itu akan melakukan analisis data dari calon nasabah secara mendalam, mulai dari jejak digital pengguna. Hasil analisis data nasabah ini akan menjadi bahan pertimbangan oleh perusahaan penyedia layanan kartu kredit digital untuk menyetujui pemberian kredit ke calon nasabah.  (sb-18)

Sumber: Detikfinance.com




Sabtu, 07 April 2018

70 CEO Perusahaan Digital Ngumpul, Banyak Orang Tertular Virus Wirausaha




Foto: Liputan6


Sebanyak 70 CEO perusahaan digital berkumpul memaparkan proses perkembangan bisnis mereka di Summarecon Mal Serpong, Tangerang, Sabtu (7/4/2018). 

APA jadinya kalau sebanyak 70 Chief Executive Officer (CE0) perusahaan digital ngumpul? Selain mendapat penghargaan rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri), mereka juga menularkan virus-virus wirausaha pada semua orang yang datang!


Ya, sebanyak 70 CEO perusahaan digital itu berkumpul memaparkan proses perkembangan bisnis mereka pada  acara ''12 Hours Non-Stop Talk With 70 CEOs/Founder/Co-Founder of Digital Company'' di Summarecon Mal Serpong, Tangerang, Sabtu (7/4/2018). Acara yang diselenggarakan  Radio Heartline 100.6 FM itu pun dibanjiri para pelaku bisnis baik yang sudah sukses maupun baru rintisan. 

Penyelenggara acara, Direktur Radio Heartline 100.6 Fm ‎Jose Marwan mengatakan, acara pemecahan rekor Muri itu didasari perkembangan teknologi digital, yang akhirnya berdampak besar bagi perilaku masyarakat, hingga kepada perubahan model bisnis yang mereka jalani.

"Lewat acara ini kami berharap masyarakat peduli dan teredukasi seputar era digital dengan baik," kata Jose. 



Adapun Muri mencatat acara itu sebagai pemecah rekor baru karena kali pertama digelar talkshow nonstop selama 12 jam dengan menghadirkan pembicara sebanyak 70 CEO/Founder/Co-Founder dari perusahaan-perusahaan digital. 

CEO dan Founder perusahaan di‎gital yang hadir di antaranya, CEO Gakkodigital‎art, Widyana Susanty‎. Dia menjelaskan, perusahaannya bergerak pada bidang edukasi anak, untuk meningkatkan kreativitas dalam hal gambar.

"Gambar bergerak mereka tertarik sekali, ada beberapa pameran, anak-anak senang sekali," kata Widyana.

Pembicara lain, CEO Connect.com, Mizno Kruge yang ‎mengungkapkan, perusahaannya menyediakan platform yang mengumpulkan perusahaan jasa. Menurut dia, platform itu untuk  memecahkan masalah industri jasa dan membangun ekosistem yang menggabungkan pasar layanan dan manajemen layanan di Indonesia, dengan standar yang sama dan memiliki jaminan integritas perusahaan jasa.

"Kita cari tukang susah, belum ada standar antara penyedia karena standarnya beda, di kita provider difilter, nanti diverifikasi," kata dia mengkritisi layanan jasa secara umum di Indonesia yang terbilang masih buruk karena belum ada standarisiasi. Akibatnya para pengguna jasa cenderung dibuat susah dan bingung mencari layanan jasa terbaik. (sb-18)

Sumber: Liputan6.com





Kamis, 05 April 2018

Rupiah Kebanyakan Angka Nol, Sudah Saatnya Dipangkas!


Foto: Detik

Uang kertas Rp 100.000 hanya senilai sekitar 7,3 dolar Amerika Serikat pada 2018.

SETELAH nilai rupiah dipangkas tiga angka nol belakangnya, coba hitung besar tabunganmu di bank tinggal berapa!

Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru, Perry Warjiyo berjanji melanjutkan rencana redenominasi atau penyederhanaan nilai mata uang rupiah. Dia mengaku akan menunggu 
arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk maju ke langkah selanjutnya. 

Untuk diketahui, redenominasi  sebenarnya sudah direncanakan oleh BI sejak beberapa tahun lalu. Mulai dari saat BI dipimpin oleh Darmin Nasution dan hingga habis masa jabatan Agus Martowardojo dan digantikan Perry Warjiyo, belum lama ini. 



Penyederhanaan nilai itu bertujuan agar bisa lebih efisien, rupiah makin berdaulat dan lebih bergengsi jika dibandingkan dengan mata uang negara lain. 

Menurut Pengamat Pasar Uang,  Farial Anwar, tidak terwujudnya rencana redenominasi pada  tahun-tahun sebelumnya karena pihak-pihak pembuat keputusan seperti pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) khawatir adanya kepanikan di tengah-tengah masyarakat.
"Sudah beberapa kali diusulkan oleh BI ke pemerintah, tapi pemerintah masih belum begitu mengerti. Dikhawatirkan orang jadi panik," tutur Farial di Jakarta, seperti dilasir dari Detikfinance, Kamis (5/4/2018).

Padahal, menurut dia, redenominasi itu berbeda dari sanering. Redenominasi hanya mengurangi tiga angka nol pada uang rupiah. Misalnya Rp 50.000 menjadi Rp 50. Nol memang hilang, tapi nilai uang tetap Rp 50 ribu dan bisa digunakan untuk belanja senilai tersebut.

Adapun sanering, lanjut dia, memotong nilai uang bahkan bisa separuhnya. Misalnya Rp 50.000 jika dipotong maka nilai uang hanya Rp 25.000. Jadi jika harga beras Rp 50.000 per liter jika ada sanering maka kita hanya mendapatkan setengah liter saja.

"Untuk redenominasi, misalnya kekayaan Rp 1.000.000.000 sekarang kalau dikurangkan 0 tiga jadi Rp 1.000.000. Jadi kekayaan seakan-akan merosot, padahal daya belinya sama," tuturnya.

Karena itu, Farial mengusulkan jika redenominasi rupiah jadi dilakukan, maka sebaiknya dilakukan masa peralihan selama satu tahun. Dalam masa itu nilai rupiah yang lama masih berlaku, begitu juga dengan uang baru hasil redenominasi.

"Jadi ada keharusan, ketentuan semua toko, semua usaha selama masa peralihan menggunakan dua harga. Ada harga uang lama dan uang baru, supaya masyarakat tidak  merasa tertipu. Supaya terbiasa. Jika masa peralihan sudah dilakukan, dan rupiah dengan nominal lama sudah ditarik maka barulah penerapan uang rupiah dengan nominal yang baru bisa diterapkan secara penuh,’’ imbuhnya.



Sementara itu, Ketua Komisi XI DPR RI Melchias Marcus Mekeng mengungkapkan, jika rencana redenominasi itu direalisasi, pemerintah harus belajar dari negara-negara yang sudah menerapkan, salah satunya Turki.

"Memang di banyak negara redenominasi ini sudah dilakukan. Seperti Turki, Indonesia kalau mau redenominasi harus belajar dari mereka. Berapa lama persiapan, berapa lama waktu transisi dan berapa lama penarikan uang yang lama," kata Mekeng di Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Dia menjelaskan, untuk saat ini DPR masih pesimis Rancangan Undang-Undang (RUU) redenominasi bisa masuk dalam program legislasi nasional (Prolegnas) 2018. Hal ini karena masih dibutuhkan kajian yang panjang.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara menjelaskan, redenominasi ini membutuhkan persiapan dan sosialisasi yang lama. Seperti Turki yang membutuhkan waktu 10 tahun untuk penerapan redenominasi.

"Harus melihat negara yang sudah sukses untuk penerapan redenominasi. Persiapan juga harus matang terutama yang berkaitan dengan transisi pembukuan yang akan menimbulkan biaya yang tidak murah bagi pelaku usaha," ujarnya.

Untuk diketahui, Turki adalah salah satu negara yang melaksanakan redenominasi pada 2005 silam. Negara ini memangkas enam angka nol dari mata uang. Yakni dari 1.000.000 lira menjadi 1 lira.


Foto: Liputan6


Selembar uang kertas senilai 100 triliun dolar Zimbabwe setara
dengan 1 dolar Amerika Serikat pada 2008. 

Selain Turki, berikut daftar beberapa negara yang sukses melakukan redenominasi mata uangnya, baik dengan menambah ataupun mengurangi angka nol dalam pecahan uangnya: 
1. Islandia  menghilangkan dua angka nol dalam satu kali operasi pada 1981.
2. Rusia  menghilangkan tiga angka nol dalam tiga kali operasi pada 1947, 1961 dan 1998.
3. Meksiko  menghilangkan tiga angka nol dalam satu kali operasi pada 1993.
4. Polandia  menghilangkan empat angka nol dalam satu kali operasi pada 1995.
5. Ukraina  menghilangkan lima angka nol dalam satu kali operasi pada 1996.
6. Peru  menghilangkan enam angka nol melalui dua kali operasi pada 1985 dan 1991.
7. Bolivia  menghilangkan sembilan angka nol melalui dua kali operasi pada 1963 dan 1987.
8. Israel  menghilangkan Sembilan angka nol melalui dua kali operasi pada 1980 dan 1985.
9. Argentina  menghilangkan 13 angka nol melalui empat kali operasi pada 1970, 1983, 1985, 1992.
10. Brasil  menghilangkan 18 angka nol, melalui enam kali operasi pada 1967, 1970, 1986, 1989, 1993, dan 1994.
11. Ghana  menghilangkan empat angka no pada 2007.
12. Zimbabwe  menghapus mata uang lama dan menerbitkan mata uang baru pada 2009.
13. Afghanistan  menghilangkan tiga angka nol lagi pada 2001. (sb-18)

Sumber:  Detikfinance.com





Jumat, 30 Maret 2018

10 Anak Muda Indonesia Masuk Daftar '' Under 30 Forbes 2018'', Siapa Saja Sih?


Foto: Liputan6


Dian Pelangi

INILAH anak-anak muda inspiratif yang diprediksi akan menjadi pemimpin dan pengusaha besar di masa depan!

Sepuluh anak muda Indonesia berhasil masuk dalam daftar pemuda pengubah dunia atau Forbes 30 Under 30 Asia tahun 2018. Setiap tahun, majalah Forbes mengeluarkan daftar 30 Under 30 Forbes yang berisi nama anak-anak muda berusia di bawah 30 tahun di kawasan Asia yang memiliki potensi menjadi pemimpin atau pengusaha masa depan.

Mereka datang dari berbagai latar belakang dan telah menuai kesuksesan di usia muda. Sebagian besar dari mereka merupakan pengusaha, serta pendiri perusahaan yang menjanjikan.

Dalam daftar tersebut, Forbes memilih anak muda di Asia yang berprestasi. Ada 10 kategori, masing-masing kategori berisi 30 nama. Total ada 300 nama yang berhasil masuk ke daftar tersebut dan 10 di antaranya adalah putra-putri Indonesia.

Berikut 10 putra-putri Indonesia yang berhasil masuk daftar bergengsi Forbes, seperti dilansir dari Forbes, Kamis (28/3/2018):



1. Adrian dan Eugenie Patricia Agus 

Cofounders Puyo 

Kategori Arts


2. Yohanes Sugihtononugroho dan Muhammad Risyad

Cofounder Crowde

Kategori Social Entrepreneurs


3. Marshall Utoyo dan Krishnan Menon

Cofounder Fabelio

Kategori Retail & Ecommerce


4. Reynold Wijaya dan Iwan Kurniawan

Cofounder modalku

Kategori Finance & Venture Capital


5. Fransiska Hadiwidjana

Founder Prelo

Kategori Retail & Ecommerce


6. Talita Setyadi

Chef di BEAU

Kategori Arts


7. Stanislaus Mahesworo Christandito Tandelilin

Cofounder Salestock.com

Kategori Retail & Ecommerce


8. Jeff Hendrata dan Andrew Tanner Setiawan

Cofounders, Karta

Kategori Media, Marketing & Advertising


9. Rich Chigga atau Brian Immanuelle

Musikus

Kategori Entertainment & Sports


10. Dian Pelangi

Desainer

Kategori arts

Ya, sukses tidak datang tiba-tiba. Tetapi merintis karier dan bisnis selagi muda, Anda pula peluang sukses lebih besar di masa depan. (sb-18)


Sumber: Liputan6.com  




Senin, 26 Maret 2018

Gucci Rilis Tas Mirip Ember Pel Seharga Rp 13 Juta, Mau?


Foto: Akun Instagram Gucci     


Produk baru Gucci, tas mirip ember pel


GUE juga bisa bikin sendiri kali tinggal nempelin ke ember lebel gucci hahaha... (komentar nyinyir dari netizen @andischoirina pada posting produk tas mirip ember pel di akun Instagram Gucci).

Gucci, salah satu brand ternama yang selalu mengeluarkan produk tas dan baju. Beberapa produk Gucci memang sering menimbulkan kontroversi tiap meluncurkan produk tergresnya. Baru-baru ini, brand tersohor asal Italia itu kembali merilis sebuah tas mewah dari bahan karet yang bentuknya terlihat mirip ember pel.

Tas tersebut dijual seharga Rp 13 juta di situs Gucci, Tote Top Handle Logo. Hadir dalam empat warna berbeda dan konon terinspirasi oleh bentuk tas pantai model vintage. Tas ini juga menampilkan logo Gucci di samping dan dicetak dengan kode di bawahnya yang memiliki arti khusus untuk rumah.


Tas dengan model mirip ember ini pertama kali muncul di acara peluncuran koleksi Gucci musim semi 2018 di Milan, yang langsung dipromosikan secara online. Mereka juga mempromosikannya dalam akunnya di Instagram.

Tas ember pel itu pun langsung mendapatkan berbagai komentar miring dari para penggemar mode, terutama mengundang komentar nyinyir dari para netizen. Ada  yang membandingkannya dengan segala perkakas rumah, mulai dari ember pel, keranjang cucian, hingga tas belanjaan.

Ini bukan kali pertama terjadi di dunia fashion, brand terkenal merilis produk kontroversial. Tahun lalu, rumah mode mewah Prancis, Balenciaga juga merilis sebuah tas yang tampak sangat mirip dengan kantong belanja biru yang dijual IKEA, dan dijual seharga Rp 28 juta. Anehnya, tetap saja banyak yang beli. Anda sendiri gimana, mau? (sb-18)

Sumber: Winnetnews.com




Minggu, 25 Maret 2018

Wow, Produk Sapu Purbalingga Terbang hingga Jepang!



Foto: Dok Arbi Anugrah (Detikfinance)


HARGA sapu Hamana bervariasi antara Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per sapu!

Dengan cekatan para pengrajin sapu di Desa Kajongan, Kecamatan Bojongsari, Purbalingga memilah dan mengikat batang tanaman gandum untuk dijadikan kerajinan sapu. Sapu merek Hamada, satu dari beberapa jenis sapu lainnya yang dibuat pengrajin sudah menembus pasar ekspor hingga ke Jepang.

Kerajinan sapu Hamada yang terbuat dari batang gandum merupakan produk khas Desa Kajongan yang muncul sejak tahun 1969 bersama dengan jenis kerajinan sapu lainnya seperti sapu ijuk yang terbuat dari ijuk pohon aren, serta sapu glalah terbuat dari tanaman rumput.

Dari ketiga jenis sapu tersebut, saat ini baru sapu Hamada yang diekspor ke Jepang, sedangkan sapu jenis lainnya dijual di sekitar Purbalingga, Bali, Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Sumatera.

"Sapu yang diekspor Hamada, dari Desa Kajongan, pengiriman ekspor ke negara tujuan Jepang," kata Kasi Kesejahteraan Desa Kajongan, Makmur, seperti dilansir Detikfinance, Jumat (23/3/2018).



Dia mengungkapkan, untuk kebutuhan bahan bakunya, ada yang didapat dari sekitaran Purbalingga, seperti rumput glagah yang tumbuh liar di kawasan hutan, sedangkan batang tanaman gandum serta ijuk diperoleh dari luar daerah, seperti Demak, Tegal, Purwodadi, dan Semarang.

Sedangkan jumlah pengrajin sapu di desa Kajongan sendiri mencapai 37 pengrajin dengan jumlah pekerja untuk setiap pengrajin sekitar lima orang serta ada yang hingga mencapai puluhan orang, sesuai kapasitas produksinya.

"Ekspor sapu Hamada memang tidak dilakukan secara langsung oleh pengrajin, tapi dikirim ke Yogyakarta serta Bandung yang memiliki akses penjualan sapu Hamada ke Jepang. Pengrajin di sini sifatnya hanya buat, finishing di Yogyakarta," ujarnya.

Namun, meskipun begitu kerja sama tersebut telah mendorong roda perekonomian masyarakat desa setempat semakin berkembang, mengingat saat ini Desa Kajongan telah menjadi sentra kerajinan sapu di Kabupaten Purbalingga.

"Pengiriman sapu Hamada setiap sebulan sekali sekitar 1.000 -2000 sapu, karena buatnya agak sulit," ucapnya.

Untuk mendorong pengembangan usaha kerajinan sapu tersebut, Pemerintah Desa Karangreja akhirnya membangun kios sentra industri sapu Desa Kajongan di tepi Jalan Raya Bojongsari sekaligus untuk mempromosikan produk khas desa setempat.

Sementara menurut Sunarto, pengrajin sapu Hamada mengatakan jika dirinya sudah menggeluti kerajinan sapu Hamada sekitar 15 tahun. Dalam seminggu setidaknya dia bisa menghasilkan sekitar 800 sapu dengan dibantu lima pekerja, di mana setiap pekerja mampu membuat minimal 15 sapu Hamada setiap harinya.

"Sapu hasil produksi saya juga dikirim Jepang melalui pedagang besar dengan harga bervariasi antara Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per sapu," ujarnya.

Sedangkan menurut seorang pengrajin sapu Hamada lainnya, Ahmad Zaenuri mengatakan jika sapu Hamada mulai diproduksi sejak lama, bertepatan dengan banyaknya warga desa yang menanam tanaman gandum.

Hanya saja, sejak beberapa tahun terakhir tanaman gandum tersebut tidak lagi ditanam sehingga pengrajin sapu Hamada harus mendatangkannya bahan baku dari luar daerah, salah satunya dari Kabupaten Demak yang memang banyak petani setempat yang menanam tanaman gandum.

Tingginya permintaan sapu Hamada untuk pasar diekspor, saat ini dirinya tidak hanya memperkerjakan 20 orang warga desa setempat, tapi ada warga lain yang ikut membantu membuat sapu dengan cara dikerjakan di rumahnya masing-masing sehingga tidak mengganggu aktifitas lain di rumah mereka.

Setidaknya setiap pekerja bisa menghasilkan sekitar 13-14 sapu Hamada dengan berbagai ukuran serta kualitas yang sudah disesuaikan dengan standar kebutuhan ekspor.

"Kalau ditotal bisa sampai 50-an pekerja yang ikut membantu membuat sapu Hamada untuk memenuhi permintaan perusahaan di Yogyakarta atau Bandung yang akan mengeskpornya ke Jepang," ujarnya.

Sedangkan untuk harga jual sapu tersebut bervariasi sesuai ukuran serta kebutuhan bahan bakunya mulai dari Rp 50 ribu untuk pasar lokal hingga Rp 200 ribu untuk sapu yang sudah siap jual di pasar ekspor. (sb-18)

Sumber: Detikfinance.com




Kamis, 15 Maret 2018

Bikin Iri Jokowi, Yu'e Bao Jadi Tabungan Terbesar di Dunia



Foto: Detikfinance


Jokowi

JOKOWI ajak bos-bos bank contoh inovasi fintech Alibaba!

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumpulkan pimpinan bank di Indonesia untuk memberikan arahan. Jokowi menyampaikan inovasi Alibaba meluncurkan platform perbankan yang bernama Yu'e Bao.

"Diam-diam Alibaba itu meluncurkan tabungan, saya kira pada tahu yang namanya Yu'e Bao. Di situ bank-bank di Tiongkok, di China tenang-tenang saja. Mereka merasa aneh bisnis ritel bergabung ke perbankan," kata Jokowi dalam arahannya di Istana Negara, seperti dilansir Detikfinance, Kamis (15/3/2018).

Jokowi memaparkan perkembangan Yu'e Bao menjadi produk tabungan sangat melejit. Jokowi meminta para pimpinan bank berhati-hati dengan fenomena ini jika tak berani mengambil risiko.



"Tapi dalam empat tahun, Yu'e Bao melejit dan menjadi produk tabungan terbesar di dunia. Hati-hati dengan fenomena ini. Dan di tahun 2017, Yu'e Bao mengelola US$160 miliar, JP Morgan kalah," kata Jokowi.

Apa yang dilakukan Alibaba, kata Jokowi, hanyalah salah satu dari bentuk perubahan yang sangat cepat di dunia. Jokowi mengajak pimpinan bank mencontoh inovasi dari Alibaba tersebut.

"Inilah hal-hal yang perlu kita ikuti, kadang tiap hari kita kaget ada perubahan yang cepat. Bagaimana ini terjadi? Alibaba memasukkan Yu'e Bao ke aplikasi dan terintegrasi dengan Alipay. Proses seperti inilah yang mari kita sadari, dan saya ajak inovasi seperti ini yang kita siapkan dan kita pakai untuk melejitkan dunia perbankan kita," paparnya. (sb-18)

Sumber: Detikfinance.com




Selasa, 13 Maret 2018

Kemenperin Tetapkan Industri Kerajinan Jadi Sektor Prioritas



Foto: Antara

Kemenperin Tetapkan Industri Kerajinan jadi Sektor Prioritas Kementerian Perindustrian menetapkan industri furnitur dan kerajinan jadi salah satu sektor prioritas karena berorientasi ekspor dan menyerap banyak tenaga kerja. 

INILAH angin segar bagi pelaku industri furnitur dan kerajinan!

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menetapkan industri furnitur dan kerajinan sebagai salah satu sektor prioritas. Alasannya, furnitur dan kerajinan mampu menghasilkan nilai tambah yang tinggi, berdaya saing global, berorientasi ekspor, dan menyerap banyak tenaga kerja.

Sekretaris Jenderal Kemenperin, Haris Munandar mengungkapkan ketersediaan sumber bahan bakunya pun cukup, berupa kayu, rotan, dan bambu.

"Industri kecil dan menengah (IKM) yang memproduksi furnitur dan kerajinan berpotensi untuk dikembangkan menjadi market leader dalam ekspor," ujar Haris seperti dilansir dari CNN Indonesia, Senin (12/3/2018). 



Kemenperin mencatat 140 ribu unit usaha yang bergerak di sektor industri furnitur menyerap tenaga kerja sebanyak 436 ribu orang dan nilai investasinya mencapai Rp 5,8 triliun pada 2015. Bahkan, membawa Indonesia menjadi negara eksportir ke-5 di dunia di sektor furnitur.

"Sedangkan, untuk industri kerajinan, Indonesia memiliki 1,32 juta orang tenaga kerja yang diserap oleh sekitar 696 ribu unit usaha," imbuh Haris.

Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), per November 2017, nilai ekspor produk furnitur nasional mencapai US$1,25 miliar. Sementara, nilai ekspor produk kerajinan sepanjang tahun lalu tembus US$776 juta atau tumbuh 3,8 persen dari tahun sebelumnya, yakni US$747 juta.

"Semua potensi tersebut harus didukung dengan program promosi dan upaya penetrasi pasar domestik, serta global, secara terintegrasi dan berlanjut, baik secara online (daring) maupun offline," terang dia.

Salah satu upaya promosi melalui online, sambung Haris, melalui program e-smart IKM yang bersinergi dengan beberapa market place dalam negeri. Sampai 2017 lalu, pelaksanaan program e-smart IKM melalui kegiatan pelatihan diikuti oleh 1.730 pelaku usaha.

Namun demikian, dia mengingatkan, pemasaran secara offline juga tidak dapat dipandang sebelah mata, karena kelebihan yang tidak dapat digantikan, yakni pembeli dapat melihat langsung jenis dan kualitas produk.

"Selain itu, pembeli juga dapat bertemu langsung dengan pelaku IKM, sehingga proses negosiasi lebih mudah untuk dilakukan," paparnya.

Kinerja Kinclong IKM

Direktur Jenderal IKM Kemenperin, Gati Wibawaningsih menuturkan, beberapa IKM menunjukkan kinerja kinclong. Contohnya, nilai ekspor komoditas perhiasan pada tahun lalu mencapai US$2,6 miliar.

"Nilai ekspor IKM batik juga menunjukkan angka yang positif sebesar US$58 juta pada 2017," ungkapnya.

Saat ini, industri batik didominasi oleh sektor IKM yang tersebar di 101 sentra di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Yogyakarta dengan tujuan utama pasar ekspor ke Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.

Selanjutnya, Kemenperin mencatat kontribusi industri alas kaki dalam negeri meningkat menjadi Rp26,5 triliun dengan sumbangsih terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) 2,4 persen.

Ekspor industri alas kaki tembus US$4,9 miliar di 2017. Kemudian, dengan produksinya yang mencapai 1,1 miliar pasang, menempatkan Indonesia sebagai produsen alas kaki terbesar nomor empat di dunia, setelah China, India, dan Vietnam. (sb-18)

Sumber: Cnnindonesia.com