Minggu, 06 Oktober 2019

Bisnis Beras Modal Rp 100.000, Peluang Pendapatan Bisa Puluhan Juta Per Bulan

Bisnis Beras Online ISC GLOBE


Bisnis Beras Online Fenomenal oleh:


PT Indo Supply Chain (ISC)

Bisnis Beras Online "Gotong Royong" 

Modal Awal Cuma Rp 100.000,-



Selamat Datang Para Calon Pengusaha Beras ISC Globe


Bisnis beras online ISC Globe menawarkan solusi agar pengeluaran rutin Anda untuk membeli beras sebagai makanan pokok sehari-hari, berubah menjadi PASSIVE INCOME (PENDAPATAN) rutin setiap bulan.



Kami dari tim Bisnis For Living adalah member dari ISC Globe dengan website resmi https://iscglobe.com. Kami hadir untuk menfasilitasi kebutuhan beras bagi konsumen sesuai dengan visi misi PT ISC, dengan memberikan support (dukungan) bagi calon member maupun member ISC Globe untuk meraih sukses bersama dalam bisnis beras secara online yang merupakan peluang bisnis femomenal di era digital saat ini.

Bisnis ISC Globe hadir dengan konsep bisnis multilevel yang mudah dipahami dan diaplikasikan/dijalankan oleh siapa saja. Produk dari bisnis multilevel ini mudah dijual, sebab semua warga Indonesia butuh beras sebagai makanan pokok sehari-hari.

Potensi passive income (pendapatan) dari bisnis ISC Global ini baru bisa dinikmati sekitar 5 bulan kemudian setelah menjadi member aktif dan mengembangkan jaringan, dengan marketing plan berikut:



Profil Perusahaan ISC 

Bisnis beras online ini dikelola oleh PT INDO SUPPLY CHAIN (ISC) yang berdiri pada 2017, merupakan anak perusahaan PT SURYA ABADI SUKSES SEJAHTERA (berdiri 2009). Mereka adalah salah satu penghasil beras terbesar di Indonesia dan telah menerapkan sistem penjualan langsung yang berorientasi pada JARINGAN dengan produk KEBUTUHAN POKOK masyarakat Indonesia. 

Produk KEBUTUHAN POKOK yang dimaksud adalah beras premium, beras dengan jenis RAMOS/IR 64. Beras dengan karakter pulen, bersih tanpa bahan kimia.


Secara umum, selama ini beras dijual dengan sistem distribusi. Hanya pemilik modal besar yang bisa menjadi DISTRIBUTOR BERAS. Bahkan skala warung kecil pun tetap harus memiliki modal yang “lumayan” jika ingin berjualan beras.

Dengan melihat, menganalisis dan membandingkan berbagai strategi pemasaran produk, maka PT ISC melakukan strategi baru, yaitu DIRECT SELLING (BERJUALAN LANGSUNG) dengan fokus merek dagang "Beras Gotong Royong". Produk beras ini dengan kualitas premium yang setara dengan merek beras premium lain yang terkenal di pasaran.

Berangkat pengalaman selama lebih dari 8 tahun dan bergelut di dunia komoditas, maka dirasa perlu untuk membentuk suatu sistem yang bisa memberikan nilai tambah bagi para konsumen beras. Nilai tambah tersebut adalah menyediakan produk beras premium dengan harga terjangkau, dan mendapatkan benefit (manfaat) berupa peluang bisnis dengan keuntungan besar untuk meningkatkan kesejahteraan member sebagai pembeli produk beras tersebut secara rutin.

Pertimbangannya adalah:

=> Perdagangan beras konvensional tidak memberikan nilai tambah yang signifikan bagi masyarakat.

=> Jalur distribusi beras yang panjang membuat harga beras menjadi mahal.

Kemudian PT SURYA ABADI SUKSES SEJAHTERA  membentuk Divisi Direct Selling pada Maret 2016 yang akhirnya melahirkan PT INDO SUPPLY CHAIN (ISCC) dengan Akta Perusahaan tertanggal 20 Januari 2017.

Legalitas:

ISC telah dilengkapi perizinan dan legalitas lengkap untuk menjalankan bisnis dengan sistem penjualan langsung. ISC telah terdaftar dan diawasi oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM RI).

Company Registration : 09.04.1.46.43332
NPWP : 80.334.054.6-002.000
SIUPL : 63/1/IU/PMDN/2018
APLI : 0186/01/18 (https://www.apli.or.id/anggota/)

Visi:
Menjadi perusahaan multinasional, yang menawarkan pola kerja baru dimana pelanggan menjadi Mitra dengan basis pemberdayaan.

Misi:
Menjadi perusahaan distribusi produk kebutuhan dasar yang membawa manfaat bagi pelanggan dan masyarakat.

Nilai-nilai:
Saling melengkapi, integritas, berorientasi pada pelanggan, tulus dan peduli.


Anggota APLI No 0186/01/18

Mengapa Bisnis Beras Online ISC Globe Sangat Mudah Dijalankan?

1. Mudah Diduplikasi

=> Produknya diperlukan semua orang, sehingga tanpa dipaksa pun, kita tetap beli.
=> Sistem pemasaran yang mudah serta sederhana.

Pengertian DUPLIKASI:
Duplikasi adalah kegiatan foto copy (meniru sama persis) antara upline dan downline. Ketika downline bisa mengerjakan hal yang sama dengan upline, maka bisa dikatakan duplikasi jalan.

Namun, jika downline tidak bisa melakukan hal yang sama dengan apa yang dikerjakan upline, maka bisnis ini tidak jalan.


Dengan dukungan tim Bisnis For Living, kegiatan menduplikasi sangat mudah dipelajari. Kami membantu para member yang menjadi downline kami dengan kontak langsung melalui WhatsApp (WA) : 089632631372. Kami juga senantiasa update berita-berita terbaru tentang perkembangan bisnis beras online ISC Globe. Selain itu, kami menyediakan materi untuk promo di media sosial seperti WhatsApp (WA), Facebook, dan Instagram.


2. Produk Beras, Mudah Dijual




Merek: Beras Gotong Royong


Komposisi Produk:

Beras premium, IR 64
Butir patah maksimal 15%
Derajat sosoh minimal 95%
Kadar air maksimal 14%
Harga Rp 63.750,-

3. Cashback 1%

Dapatkan komisi 1% dari nilai pembelian setiap downline Anda hingga 10 level.

3 Langkah Mudah Mendapatkan Cashback Jutaan Rupiah...

1. Mendaftar di ISC
Dengan uang pendaftaran Rp 100.000/tahun anda mendapat hak untuk usaha jual beras online ini. FREE ONGKIR ke rumah atau konsumen Anda selama masih di AREA COVERAGE.

2. Alihkan Belanja Beras dari Toko Konvensional ke ISC
Setiap bulan wajib tutup poin, dengan cara membeli beras minimal 5 kg seharga Rp 63.750. Tentu tidak memberatkan Anda, karena tiap bulan kita selalu membeli beras untuk makanan pokok sehari-hari.

3. Ajak Kawan, Saudara, dan Relasi Anda
Ajak saudara, kawan, dan relasi Anda untuk melakukan hal yang sama, setiap mereka membeli beras ISC melalui aplikasi, Anda akan mendapat fee 1%.


CARA BELANJA REVOLUSIONER:

BELI BERAS ONLINE, DAPAT CASHBACK JUTAAN RUPIAH, SIAPA MAU?

Dengan tidak mengurangi budget belanja Anda, karena toh tiap bulan kita beli beras. Bedanya beli beras yang sekarang, lewat aplikasi ISC Globe, lalu bayar. Bisa bayar pakai OVO, Go-Pay atau transfer bank, maka... beras diantar ke rumah Anda (bagi yang masuk AREA COVERAGE) dan GRATIS ONGKOS KIRIM.

Cara Belanja:

=>  Belanja beras dari aplikasi (melalui smartphone android) atau bisa juga dari Member Area website https://iscglobe.com/ jika menggunakan laptop atau Personal Computer (PC).

=> Pembayaran bisa transfer bank, OVO, Go-Pay

=> Beras diantar ke rumah konsumen (selama di area coverage) dan gratis ongkos kirim.


KELEBIHAN BISNIS ISC GLOBE

Modal hanya Rp 100.000
Biaya pendaftaran ini sepenuhnya masuk ke perusahaan (PT ISC) tidak ke upline/sponsor Anda makanya tidak ada bonus rekruitmen.

Penghasilan Tak Terbatas
Anda boleh merekrut member sebanyak-banyaknya, tidak ada batasan. Semakin banyak merekrut member baru sebagai downline, lihat potensi penghasilan di Marketing Plan.

Dapat diwariskan
Bisnis ini dapat diwariskan ke ahli waris yang Anda tunjuk.

Everlasting Product
Beras, dibutuhkan semua orang dan permintaan pasti meningkat seiring bertambahnya penduduk.

Gratis Ongkos Kirim
Beras dikirim ke rumah Anda atau sesuai alamat yang Anda tentukan pada saat pembelian via aplikasi, selama masih dalam cakupan area pengiriman.


APA KATA MEMBER ISC...

Wah, tetangga pada ikutan setelah saya kenalkan dengan ISC. Rahasia pengeluaran rutin jadi pendapatan sudah dibuktikan oleh beras ISC.

Nasrullah - Bekasi

Daerah saya blm masuk Area Coverage, tapi saya jalankan bisnisnya, dan cashback buat saya sudah 8 digit per bulan. Padahal baru 2 tahun saya kerjakan. Jika saya bisa, Anda juga bisa.

Ferry Gulo - Sidoharjo

Buat bekal pensiun, saya kerjakan jualan beras dari sekarang, apalagi semuanya serba online, modal juga hanya 100rb rupiah per tahun, gak berat amat lah….

Ami - Denpasar

Sabtu, 07 Juli 2018

Jangan Salah Pilih, Inilah 64 Fintech yang Terdaftar di OJK

Foto: Kontan

FINANCIAL  technology atau populer disingkat Fintech, merupakan suatu inovasi pembiayaan keuangan dengan memanfaatkan teknologi sebagai pendukung layanannya. Istilahnya, inilah layanan jasa keuangan jaman now, di mana hampir semua orang sudah melengkapi dirinya dengan gadget berupa smartphone yang dapat mengakses internet dari mana saja dan kapan saja. 

Konsep dasar Fintech adalah mengadaptasi pada perkembangan teknologi yang dipadukan dengan bidang finansial sehingga bisa menghadirkan proses transaksi keuangan yang lebih praktis, aman, modern, dan menjangkau masyarakat luas. Tak heran industri Fintech di Indonesia berkembangan sangat pesat. 

Pengguna layanan Fintech pun melesat dahsyat, sebagian besar kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Mengapa? Karena keberadaan layanan Fintech memberi manfaat bagi UMKM yang memerlukan modal usaha, tetapi menghadapi kendala mengajukan kredit ke bank karena banyak persyaratannya. 

Peneliti Intitute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, mayoritas UMKM belum menjangkau bank. Sehingga, Fintech dapat menjadi jalan keluar pembiayaan UMKM tersebut.

Menurut dia, saat ini terdapat sekitar 11 juta UMKM yang telah terjangkau layanan bank (bankable). Sisanya sekitar 49 juta belum terjangkau layanan bank (unbankable). Jadi, industri Fintech memiliki peluang pertumbuhan sangat besar karena masih dibutuhkan oleh sekitar 49 juta UMKM. 

"Fintech memiliki kelebihan, yakni meratakan penyaluran kredit karena bisa menjangkau pelosok wilayah. Terlebih, perbankan juga memiliki kesulitan menyalurkan ke pelosok karena memperhitungkan biaya operasional," kata Bhima.




Namun, amankah bagi pelaku UMKM atau masyarakat secara umum yang ingin memanfaatkan jasa keuangan dari Fintech? Nah, ini masyarakat perlu hati-hati mana Finctech yang terpercaya dan abal-abal. Sebab semua operasional Fintech di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sayangnya, masih sedikit sekali pengusaha Fintech yang mau mendaftarkan dan mengurus perizinan untuk usaha Fintech-nya ke OJK. 

Untuk memastikan Fintech itu menyediakan layanan keuangan terpercaya, pastikan Fintech tersebut telah berizin dan terdaftar di OJK. Jika Fintech tersebut sudah berizin dan terdaftar di OJK, maka semua layananannya kepada masyarakat benar-benar dalam pengawasan OJK, sehingga  memiliki perlindungan secara hukum. 

Nah, baru-baru ini OJK merilis daftar 64 Fintech yang telah terdaftar di OJK:










Jenis-jenis Fintech 

Untuk melengkapi pengetahuan Anda tentang Fintech, Anda perlu juga mengetahui jenis-jenis Fintech. Seperti dilansir Goukm.id, ada tujuh jenis Fintech: 

1. Pengelolaan Aset

Pengelolaan atau manajemen aset termasuk jenis Fintech yang mengelola pada bagian operasional seperti penggajian, pengelolaan karyawan, sistem pembiayaan dan lain-lain. Saat ini banyak perusahaan yang membuka usaha Fintech bidang ini. Misalnya Jojonomic, salah satu jenis startup yang bergerak di bidang manajemen aset. Perusahaan ini menyediakan platform Expense Managament System untuk membantu berjalannya sebuah usaha agar lebih efektif dan efisien.

Dengan adanya Fintech jenis Jojomic maka masyarakat Indonesia bisa lebih menghemat kertas atau paperless. Karena semua rekapan pergantian biaya yang dilakukan manual dan membutuhkan banyak dana kini cukup dilakukan dengan aplikasi saja.

2. Penggalangan Dana atau Crow Funding

Jika menyebut tentang crow funding pastinya sudah menebak bahwa ini adalah jenis Fintech. Kegiatan penggalangan dana, beramal dan kegiatan sosial lainnya sekarang sudah bisa melalui Fintech crow funding ini. Bisa dikatakan crow funding merupakan startup yang menyediakan platform penggalangan dana untuk disalurkan kembali kepada orang-orang yang membutuhkan seperti korban bencana alam, korban perang, mendanai pembuatan karya dan lainnya.

Penggalangan dana juga dilakukan secara online sehingga semua daerah bisa terjangkau. Bisa ikut menyumbangkan. Contoh dari Fintech yang bergerak dalam bidang crow funding adalah kitabisa.com. Fintech jenis ini menciptakan suatu wadah yang bisa membantu sesama dengan cara yang lebih mudah, aman dan efisien.

3. E-Money

Dibandingkan Fintech lainnya, e-Money memang sangat familiar. Karena bisa ditemui di jalan tol hingga transportasi umum lainnya. Uang elektronik ini memang masuk ke dalam salah satu jenis Fintech yang dikemas ke dalam dunia digital. Sehingga ada yang mengatakan e-Money merupakan dompet elektronik karena bisa juga digunakan sebagai alat pembayaran di swalayan.

Salah satu contoh Fintech e-Money ini adalah aplikasi doku yang bisa dengan mudah diunggah di smartphone. Aplikasi fintech ini dilengkapi dengan fitur link kartu kredit dan uang elektronik atau cash wallet yang bisa digunakan untuk berbelanja baik secara online maupun offline kapan dan di mana saja.

4. P2P Lending

Peer to Peer (P2P) lending merupakan salah satu jenis Fintech yang menyediakan platform pinjaman secara online. P2P Fintech dianggap sangat penting karena yang menyediakan modal untuk membuka usaha. Fintech ini melahirkan ide yang banyak untuk mendirikan startup jenis ini.

Bagi orang-orang yang membutuhkan dana untuk membuka atau mengembangkan usahanya sekarang bisa menggunakan jasa Fintech yang bergerak di bidang P2P lending. Salah contoh dari P2P adalah uangteman.com. Fintech ini untuk memenuhi kebutuhan finansial masyarakat hanya dengan mengisi formulir di website situs tersebut untuk memenuhi persyaratannya.



5. Payment Gateway

Istilah payment gateway sebenarnya lebih populer dibandingkan dengan apa itu Fintech. Istilah ini mulai muncul seiring dengan bertumbuhnya perusahaan e-commerce yang mempengaruhi pertumbuhan startup yang menjadikan jembatan penghubung antara e-Commerce dengan pelanggan, terutama untuk sistem pembayaran.

Layanan payment gateway juga biasanya digunakan melayani masyarakat yang memilih metode pembayaran berbasis digital yang dikelola oleh sejumlah startup. Sehingga akan meningkatkan penjualan e-Commerce. Salah contoh fintech yang bergerak dalam payment gateway adalah iPaymu.

6. Remittance

Fintech Remittance merupakan Fintech yang menyediakan layanan pengiriman uang antarnegara. Saat ini didirikan jenis Fintech Remittance untuk membantu masyarakat yang memang tidak memiliki akun atau akses perbankan. Dengan adanya Fintech jenis ini, maka akan membantu para tenaga kerja Indonesia (TKI) atau siapa saja yang bekerja di luar negeri untuk mengirimkan uangnya ke keluarga yang berada di Indonesia. Dengan adanya Fintech jenis ini, maka pengiriman uang jadi lebih murah dan aman.

7. Securities

Saham, foreign exchange (forex) atau valuta asing (valas), reksadana merupakan jenis Fintech yang menyediakan platform untuk berinvestasi saham secara online. Biasanya Fintech jenis ini juga menyediakan platform untuk jual beli reksa dana secara online, memberikan layanan data, informasi, alat investasi reksa dana, saham, obligasi dan lain-lain. (sb-18)

Referensi: Goukm.id, Detikfinance.com, Liputan6.com, OJK




Rabu, 25 April 2018

Datang ke ACC Telomoyo Semarang, Bisa Cari-cari Mobil Bekas sambil Menikmati Kuliner



Foto: Suara Merdeka



Pengunjung memilih mobil bekas yang diminati di sentra mobil bekas ACC Telomoyo Semarang.

JIKA Anda punya rencana mencari-cari mobil bekas sekaligus ingin memanjakan lidah dengan menikmati aneka menu kuliner nan lezat khas Semarang, paling pas datang saja ke sentra penjualan mobil bekas ACC Telomoyo yang berlokasi di Jalan Gajahmada No 138 Semarang.

Yes, potensi bisnis mobil bekas kian prospektif. Hal itu didukung oleh semakin banyaknya lembaga pembiayaan yang memfasilitasi pembelian mobil second ini secara kredit. Selain itu, showroom mobil bekas makin menjamur, dan sentra penjualan mobil bekas juga terus bertambah. Peluang bisnis itu pun diambil oleh Cin Cin, pengelola ACC Telomoyo. 



Grand opening ACC Telomoyo baru akan digelar pada Sabtu (28/4/2018) lusa, namun bursa mobil bekas teranyar di Kota Semarang ini secara soft opening sudah dibuka sejak dua pekan lalu. Jadi sekarang pun Anda sudah bisa jalan-jalan mencari mobil bekas ke sana, siapa tahu ketemu unit mobil dan harga yang cocok. 

''Semarang menjadi barometer penjualan mobil bekas di Jateng, kini prospeknya menggembirakan, penjualan terus tumbuh,” ungkap Cin Cin seperti dilansir Suara Merdeka, Kamis (26/4/2018).

Menurut dia, setiap tahun rata-rata pertumbuhan penjualan mobil bekas bisa mencapai 10% dengan jumlah volume penjualan berbeda dari masing-masing dealer mobil bekas.

”Hadirnya berbagai varian mobil baru tidak terlalu berpengaruh terhadap penjualan mobil bekas. Segmennya berbeda, ada segmen masyarakat yang memang mencari mobil bekas dengan alasan harga terjangkau dan fungsional,” jelas Cin Cin.

Voucher Bensin Rp 500 Ribu 

Cin Cin mengungkapkan, sentra mobil bekas ACC Telomoyo menawarkan konsep berbeda dari sentra penjualan mobil pada umumnya, terutama yang sebelumnya sudah ada di Kota Semarang. Bursa mobil bekas ini didesain menyatu dengan Gama Food Festival yang menyediakan 40 stan makanan pilihan. 

”Jadi, sambil lihat-lihat mobil bekas bisa sambil kulineran,” jelas Cin Cin.

Dia menambahkan, bursa mobil bekas ACC Telomoyo menempati lahan seluas enam ribu meter persegi yang ditempati 46 pedagang dan dealer mobil bekas. Sedikitnya terdapat 180 mobil bekas berbagai merek dengan harga sekitar Rp 70 juta sampai Rp 300 juta dipajang di tempat itu.



Menurut Cin Cin, sentra mobil bekas ACC Telomoyo Semarang akan beroperasi setiap hari, pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Pihaknya menargetkan setiap bulan bisa menjual 100 unit mobil berbagai tipe. 

”Kendaraan yang paling banyak diminati adalah jenis SUV, MPV, city car dan sedan,” katanya.

Dia menambahkan, selama masa grand launching nanti hingga akhir Mei 2018 disediakan voucher bensin Rp 500 ribu setiap pengajuan kredit yang disetujui. (sb-18)

Sumber: Suaramerdeka.com




Selasa, 10 April 2018

Kartu Kredit Digital Lagi Ngetren, Apa Saja Sih Keunggulannya?


Ilustrasi: Payments


TREN bertransaksi menggunakan e-money (uang elektronik) atau disebut juga uang virtual di penjuru dunia, termasuk Indonesia, telah diikuti dengan tren baru layanan kartu kredit digital atau kartu kredit virtual. Seperti apa sih keunggulan kartu kredit digital, bagaimana pula cara penggunaannya? Lantas, apa perbedaan antara kartu kredit konvensional degan kartu kredit digital?

Di Indonesia, penyedia layanan kartu kredit digital antara lain Kredivo dan AkuLaku. Kedua aplikasi ini mengklaim bisa memberikan fasilitas cicilan, bahkan tanpa kartu kredit. Dari laman resmi cicilan Kredivo memiliki bunga tetap 2,95% per bulan. Masa cicilan yang tersedia saat ini adalah tiga bulan, enam bulan, dan 12 bulan. Tidak ada uang muka yang perlu dibayarkan.



CEO and Co-Founder Kredivo, Akhsay Garg mengungkapkan, layanan kartu kredit digital didesain sebagai solusi dari kendala pengajuan dan penggunaan kartu kredit konvensional yang dikeluarkan bank pada umumnya. Jika pengajuan kartu kredit biasanya prosesnya lama dan dengan persyaratan berbelit, tetapi pengajuan kartu kredit digital bisa dengan persyaratan mudah dan cepat disetujui. 

Kredivo kini merupakan salah satu perusahaan financial technology (fintech) yang produk kartu kredit digital-nya banyak dipakai nasabahnya untuk belanja di ratusan e-commerce di Indonesia.

Berbeda dari Kredivo, AkuLaku adalah sebuah marketplace yang memungkinkan Anda membeli barang dengan fasilitas cicilan tanpa kartu kredit. Tapi AkuLaku masih mewajibkan calon pembeli untuk memberikan down payment (DP) atau uang muka untuk setiap transaksi pembelian.



General Manager Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI), Steve Marta menjelaskan,  fenomena kartu kredit digital ini sebenarnya hanya fasilitas kredit atau cicilan yang diberikan kepada calon pembeli. 

"Jadi ya sifatnya fasilitas saja. Hampir mirip dengan kartu kredit fisik dan sama-sama memiliki plafon," kata Steve, seperti dilansir dari Detikfinance, Selasa (10/4/2018).

Dia menjelaskan, untuk metode pembayaran cicilan secara digital memiliki mekanisme yang serupa dengan cicilan biasa. 

"Sebenarnya sama-sama kredit kan, hanya polanya saja yang baru kalau dulu manual sekarang digital. Ini memang menggeser pola yang lama," ujar dia.

Steve mengaku tak khawatir meskipun mulai bermunculan fasilitas kredit melalui jalur digital ini. Pasalnya antara kartu kredit fisik dan kartu kredit digital memiliki kelebihan dan kekurangan serta target pasar masing-masing.

Dari berbagai penjelasan narasumber tersebut, dengan diperkaya data-data lain yang terkait, maka perbedaan kartu kredit digital dan kartu kredit konvensional antara lain: 

Kartu Kredit Konvensional:



Ilusstrasi: Jcmagazine


Kartu kredit konvensional atau kartu kredit fisik dikeluarkan oleh bank, berbentuk persegi panjang, berbahan plastik serta dilengkapi dengan chip sebagai pengaman. Selain itu, nama lengkap pemegang kartu juga tertera bersama dengan nomor kartu hingga nomor CVV yang terletak di belakang kartu. Jumlah limit atau plafon yang diberikan mulai dari Rp 3 juta hingga Rp 1 miliar atau lebih.

Untuk mendapatkan kartu kredit konvensional, calon nasabah harus mengajukan permohonan ke bank. Persyaratannya mulai dari kartu identitas, slip gaji, dan mengisi formulir pendaftaran di sales atau customer service bank. 

Lama proses pengajuan kartu kredit konvensional adalah 14 hari kerja. Setelah permohonan diajukan Anda akan mendapatkan notifikasi dari bank apakah pengajuan kartu kredit tersebut disetujui atau dtolak.

Kartu kredit konvensional setiap bulannya memiliki tagihan jika digunakan oleh pemilik kartu dan dikirimkan ke alamat pemilik. Selain itu beberapa kartu kredit dari bank tertentu mengenakan biaya tahunan atau annual fee yang jumlahnya bervariasi, namun tak jarang bank yang memberikan gratis biaya tahunan untuk nasabahnya. 

Selain itu, kartu kredit yang diterbitkan beberapa bank juga memiliki fasilitas cicilan yang dibagi dari tiga bulan, enam bulan hingga satu tahun dengan bunga 0%. 



Kartu Kredit Digital:



Ilustrasi: Katadata

Sedangkan kartu kredit digital dikeluarkan oleh perusahaan financial technology (fintech). Layanan kredit ini menawarkan kemudahan melalui aplikasi di smartphone (telepon pintar) atau website. Kartu kredit digital ini menyasar orang-orang berpenghasilan cukup, namun mereka sulit mendapatkan akses kartu kredit dari bank (underbank).

Untuk orang yang ingin mendapatkan kredit digital diwajibkan melengkapi persyaratan seperti mengisi formulir pendaftaran dan mengunggah foto kartu identitas ke aplikasi penyedia kredit tersebut.

Nantinya perusahaan kredit online itu akan melakukan analisis data dari calon nasabah secara mendalam, mulai dari jejak digital pengguna. Hasil analisis data nasabah ini akan menjadi bahan pertimbangan oleh perusahaan penyedia layanan kartu kredit digital untuk menyetujui pemberian kredit ke calon nasabah.  (sb-18)

Sumber: Detikfinance.com




Sabtu, 07 April 2018

70 CEO Perusahaan Digital Ngumpul, Banyak Orang Tertular Virus Wirausaha




Foto: Liputan6


Sebanyak 70 CEO perusahaan digital berkumpul memaparkan proses perkembangan bisnis mereka di Summarecon Mal Serpong, Tangerang, Sabtu (7/4/2018). 

APA jadinya kalau sebanyak 70 Chief Executive Officer (CE0) perusahaan digital ngumpul? Selain mendapat penghargaan rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri), mereka juga menularkan virus-virus wirausaha pada semua orang yang datang!


Ya, sebanyak 70 CEO perusahaan digital itu berkumpul memaparkan proses perkembangan bisnis mereka pada  acara ''12 Hours Non-Stop Talk With 70 CEOs/Founder/Co-Founder of Digital Company'' di Summarecon Mal Serpong, Tangerang, Sabtu (7/4/2018). Acara yang diselenggarakan  Radio Heartline 100.6 FM itu pun dibanjiri para pelaku bisnis baik yang sudah sukses maupun baru rintisan. 

Penyelenggara acara, Direktur Radio Heartline 100.6 Fm ‎Jose Marwan mengatakan, acara pemecahan rekor Muri itu didasari perkembangan teknologi digital, yang akhirnya berdampak besar bagi perilaku masyarakat, hingga kepada perubahan model bisnis yang mereka jalani.

"Lewat acara ini kami berharap masyarakat peduli dan teredukasi seputar era digital dengan baik," kata Jose. 



Adapun Muri mencatat acara itu sebagai pemecah rekor baru karena kali pertama digelar talkshow nonstop selama 12 jam dengan menghadirkan pembicara sebanyak 70 CEO/Founder/Co-Founder dari perusahaan-perusahaan digital. 

CEO dan Founder perusahaan di‎gital yang hadir di antaranya, CEO Gakkodigital‎art, Widyana Susanty‎. Dia menjelaskan, perusahaannya bergerak pada bidang edukasi anak, untuk meningkatkan kreativitas dalam hal gambar.

"Gambar bergerak mereka tertarik sekali, ada beberapa pameran, anak-anak senang sekali," kata Widyana.

Pembicara lain, CEO Connect.com, Mizno Kruge yang ‎mengungkapkan, perusahaannya menyediakan platform yang mengumpulkan perusahaan jasa. Menurut dia, platform itu untuk  memecahkan masalah industri jasa dan membangun ekosistem yang menggabungkan pasar layanan dan manajemen layanan di Indonesia, dengan standar yang sama dan memiliki jaminan integritas perusahaan jasa.

"Kita cari tukang susah, belum ada standar antara penyedia karena standarnya beda, di kita provider difilter, nanti diverifikasi," kata dia mengkritisi layanan jasa secara umum di Indonesia yang terbilang masih buruk karena belum ada standarisiasi. Akibatnya para pengguna jasa cenderung dibuat susah dan bingung mencari layanan jasa terbaik. (sb-18)

Sumber: Liputan6.com





Kamis, 05 April 2018

Rupiah Kebanyakan Angka Nol, Sudah Saatnya Dipangkas!


Foto: Detik

Uang kertas Rp 100.000 hanya senilai sekitar 7,3 dolar Amerika Serikat pada 2018.

SETELAH nilai rupiah dipangkas tiga angka nol belakangnya, coba hitung besar tabunganmu di bank tinggal berapa!

Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru, Perry Warjiyo berjanji melanjutkan rencana redenominasi atau penyederhanaan nilai mata uang rupiah. Dia mengaku akan menunggu 
arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk maju ke langkah selanjutnya. 

Untuk diketahui, redenominasi  sebenarnya sudah direncanakan oleh BI sejak beberapa tahun lalu. Mulai dari saat BI dipimpin oleh Darmin Nasution dan hingga habis masa jabatan Agus Martowardojo dan digantikan Perry Warjiyo, belum lama ini. 



Penyederhanaan nilai itu bertujuan agar bisa lebih efisien, rupiah makin berdaulat dan lebih bergengsi jika dibandingkan dengan mata uang negara lain. 

Menurut Pengamat Pasar Uang,  Farial Anwar, tidak terwujudnya rencana redenominasi pada  tahun-tahun sebelumnya karena pihak-pihak pembuat keputusan seperti pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) khawatir adanya kepanikan di tengah-tengah masyarakat.
"Sudah beberapa kali diusulkan oleh BI ke pemerintah, tapi pemerintah masih belum begitu mengerti. Dikhawatirkan orang jadi panik," tutur Farial di Jakarta, seperti dilasir dari Detikfinance, Kamis (5/4/2018).

Padahal, menurut dia, redenominasi itu berbeda dari sanering. Redenominasi hanya mengurangi tiga angka nol pada uang rupiah. Misalnya Rp 50.000 menjadi Rp 50. Nol memang hilang, tapi nilai uang tetap Rp 50 ribu dan bisa digunakan untuk belanja senilai tersebut.

Adapun sanering, lanjut dia, memotong nilai uang bahkan bisa separuhnya. Misalnya Rp 50.000 jika dipotong maka nilai uang hanya Rp 25.000. Jadi jika harga beras Rp 50.000 per liter jika ada sanering maka kita hanya mendapatkan setengah liter saja.

"Untuk redenominasi, misalnya kekayaan Rp 1.000.000.000 sekarang kalau dikurangkan 0 tiga jadi Rp 1.000.000. Jadi kekayaan seakan-akan merosot, padahal daya belinya sama," tuturnya.

Karena itu, Farial mengusulkan jika redenominasi rupiah jadi dilakukan, maka sebaiknya dilakukan masa peralihan selama satu tahun. Dalam masa itu nilai rupiah yang lama masih berlaku, begitu juga dengan uang baru hasil redenominasi.

"Jadi ada keharusan, ketentuan semua toko, semua usaha selama masa peralihan menggunakan dua harga. Ada harga uang lama dan uang baru, supaya masyarakat tidak  merasa tertipu. Supaya terbiasa. Jika masa peralihan sudah dilakukan, dan rupiah dengan nominal lama sudah ditarik maka barulah penerapan uang rupiah dengan nominal yang baru bisa diterapkan secara penuh,’’ imbuhnya.



Sementara itu, Ketua Komisi XI DPR RI Melchias Marcus Mekeng mengungkapkan, jika rencana redenominasi itu direalisasi, pemerintah harus belajar dari negara-negara yang sudah menerapkan, salah satunya Turki.

"Memang di banyak negara redenominasi ini sudah dilakukan. Seperti Turki, Indonesia kalau mau redenominasi harus belajar dari mereka. Berapa lama persiapan, berapa lama waktu transisi dan berapa lama penarikan uang yang lama," kata Mekeng di Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Dia menjelaskan, untuk saat ini DPR masih pesimis Rancangan Undang-Undang (RUU) redenominasi bisa masuk dalam program legislasi nasional (Prolegnas) 2018. Hal ini karena masih dibutuhkan kajian yang panjang.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara menjelaskan, redenominasi ini membutuhkan persiapan dan sosialisasi yang lama. Seperti Turki yang membutuhkan waktu 10 tahun untuk penerapan redenominasi.

"Harus melihat negara yang sudah sukses untuk penerapan redenominasi. Persiapan juga harus matang terutama yang berkaitan dengan transisi pembukuan yang akan menimbulkan biaya yang tidak murah bagi pelaku usaha," ujarnya.

Untuk diketahui, Turki adalah salah satu negara yang melaksanakan redenominasi pada 2005 silam. Negara ini memangkas enam angka nol dari mata uang. Yakni dari 1.000.000 lira menjadi 1 lira.


Foto: Liputan6


Selembar uang kertas senilai 100 triliun dolar Zimbabwe setara
dengan 1 dolar Amerika Serikat pada 2008. 

Selain Turki, berikut daftar beberapa negara yang sukses melakukan redenominasi mata uangnya, baik dengan menambah ataupun mengurangi angka nol dalam pecahan uangnya: 
1. Islandia  menghilangkan dua angka nol dalam satu kali operasi pada 1981.
2. Rusia  menghilangkan tiga angka nol dalam tiga kali operasi pada 1947, 1961 dan 1998.
3. Meksiko  menghilangkan tiga angka nol dalam satu kali operasi pada 1993.
4. Polandia  menghilangkan empat angka nol dalam satu kali operasi pada 1995.
5. Ukraina  menghilangkan lima angka nol dalam satu kali operasi pada 1996.
6. Peru  menghilangkan enam angka nol melalui dua kali operasi pada 1985 dan 1991.
7. Bolivia  menghilangkan sembilan angka nol melalui dua kali operasi pada 1963 dan 1987.
8. Israel  menghilangkan Sembilan angka nol melalui dua kali operasi pada 1980 dan 1985.
9. Argentina  menghilangkan 13 angka nol melalui empat kali operasi pada 1970, 1983, 1985, 1992.
10. Brasil  menghilangkan 18 angka nol, melalui enam kali operasi pada 1967, 1970, 1986, 1989, 1993, dan 1994.
11. Ghana  menghilangkan empat angka no pada 2007.
12. Zimbabwe  menghapus mata uang lama dan menerbitkan mata uang baru pada 2009.
13. Afghanistan  menghilangkan tiga angka nol lagi pada 2001. (sb-18)

Sumber:  Detikfinance.com





Jumat, 30 Maret 2018

10 Anak Muda Indonesia Masuk Daftar '' Under 30 Forbes 2018'', Siapa Saja Sih?


Foto: Liputan6


Dian Pelangi

INILAH anak-anak muda inspiratif yang diprediksi akan menjadi pemimpin dan pengusaha besar di masa depan!

Sepuluh anak muda Indonesia berhasil masuk dalam daftar pemuda pengubah dunia atau Forbes 30 Under 30 Asia tahun 2018. Setiap tahun, majalah Forbes mengeluarkan daftar 30 Under 30 Forbes yang berisi nama anak-anak muda berusia di bawah 30 tahun di kawasan Asia yang memiliki potensi menjadi pemimpin atau pengusaha masa depan.

Mereka datang dari berbagai latar belakang dan telah menuai kesuksesan di usia muda. Sebagian besar dari mereka merupakan pengusaha, serta pendiri perusahaan yang menjanjikan.

Dalam daftar tersebut, Forbes memilih anak muda di Asia yang berprestasi. Ada 10 kategori, masing-masing kategori berisi 30 nama. Total ada 300 nama yang berhasil masuk ke daftar tersebut dan 10 di antaranya adalah putra-putri Indonesia.

Berikut 10 putra-putri Indonesia yang berhasil masuk daftar bergengsi Forbes, seperti dilansir dari Forbes, Kamis (28/3/2018):



1. Adrian dan Eugenie Patricia Agus 

Cofounders Puyo 

Kategori Arts


2. Yohanes Sugihtononugroho dan Muhammad Risyad

Cofounder Crowde

Kategori Social Entrepreneurs


3. Marshall Utoyo dan Krishnan Menon

Cofounder Fabelio

Kategori Retail & Ecommerce


4. Reynold Wijaya dan Iwan Kurniawan

Cofounder modalku

Kategori Finance & Venture Capital


5. Fransiska Hadiwidjana

Founder Prelo

Kategori Retail & Ecommerce


6. Talita Setyadi

Chef di BEAU

Kategori Arts


7. Stanislaus Mahesworo Christandito Tandelilin

Cofounder Salestock.com

Kategori Retail & Ecommerce


8. Jeff Hendrata dan Andrew Tanner Setiawan

Cofounders, Karta

Kategori Media, Marketing & Advertising


9. Rich Chigga atau Brian Immanuelle

Musikus

Kategori Entertainment & Sports


10. Dian Pelangi

Desainer

Kategori arts

Ya, sukses tidak datang tiba-tiba. Tetapi merintis karier dan bisnis selagi muda, Anda pula peluang sukses lebih besar di masa depan. (sb-18)


Sumber: Liputan6.com