Jumat, 08 Oktober 2021

Facebook, Instagram, dan WhatsApp Kompak Down, Mark Zuckerberg Rugi Nyaris Rp 100 Triliun

Mark Zuckerberg bersama tiga media sosial miliknya, Facebook, Instagram, dan WhatsApp

TIGA media sosial raksasa milik Mark Zuckerberg, yaitu Facebook, Instagram, dan WhatsApp mendadak kompak down atau tidak bisa diakses sekitar 6 jam lamanya pada Senin 4 Oktober 2021 tengah malam hingga Selasa 5 Oktober 2021 pagi WIB. 

Atas kejadian itu, Mark Zuckerberg disebut mengalami kerugian hingga US$ 5,9 miliar atau setara Rp 85 triliun. Saham Facebook yang diperdagangkan pada Senin 4 Oktober 2021 waktu setempat anjlok hingga 4,9%. Di mana hal tersebut terjadi setelah aplikasi dan platform berbagi foto Instagram juga mengalami down.

Beberapa media seperti Bloomberg bahkan menyebut Mark Zuckerberg mengalami kerugian terus hingga US$ 7 miliar atau setara Rp 99,4 triliun. Hampir Rp 100 triliun Mark Zuckerberg kehilangan hartanya hanya dalam semalam.



Mengutip dari Forbes, Selasa 5 Oktober 2021, kekayaan Mark Zuckerberg saat ini menjadi US$ 117 miliar dan menjadi orang terkaya keenam di dunia. Bos Facebook lainnya, Chief Operating Officer (COO) Facebook, Sheryl Sandberg kekayaannya juga menyusut menjadi US$ 1,9 miliar.

Ada dua penyebab yang membuat saham Facebook tertekan. Pertama, akibat lamanya waktu down media sosial itu dan kedua diperkirakan banyak perusahaan yang ikut merugi puluhan juta dolar.

Ini bukan kali pertamanya Facebook down. Pada 2019 pernah down selama 14 jam. Lalu 2008 saat mati listrik terjadi seharian di negara asal perusahaan. Alhasil menyebabkan sistem internal Facebook terganggu, bahkan karyawan Facebook juga tidak bisa mengecek email dan sistem lainnya.

Sebelum anjlok gara-gara sistem down, saham Facebook sempat berjaya. Pada perdagangan sebelum kejadian Facebook, Instagram, dan WhatsApp kompak down,  Senin 4 Oktober 2021, saham Facebook ditutup US$326 atau menguat 150%.

Sebagai informasi, Facebook, WhatsApp, dan Instagram sempat down dengan waktu yang cukup lama, yakni 6 jam. Pantauan di Downdetector, gangguan akses ketiga layanan tersebut mulai pukul 23.00 WIB (4 Oktober 2021).



Tidak hanya di Indonesia, masalah terjadi di seluruh dunia. Kendala koneksi ke server menjadi yang paling banyak dikeluhkan pengguna WhatsApp. Selain itu mereka mengaku tidak bisa menerima pesan dan mengakses aplikasi.

Pihak Facebook mengungkapkan penyebab down atau gangguan tidak bisa diakses secara besar-besaran atas Facebook, Instagram, dan Whatsapp hingga 6 jam pada Senin 4 Oktober 2021 malam hingga Selasa 5 Oktober 2021 pagi WIB, akibat perubahan konfigurasi pada router backbone yang mengoordinasikan lalu lintas jaringan antara pusat data.

"Tim teknik kami telah mengetahui bahwa perubahan konfigurasi pada router backbone yang mengoordinasikan lalu lintas jaringan antara pusat data kami menyebabkan masalah yang mengganggu komunikasi ini," jelas Vice President Infrastructure Facebook Inc Santosh Janardhan seperti dikutip dari laman Facebook, Selasa 5 Oktober 2021. 

"Gangguan pada lalu lintas jaringan ini memiliki efek berjenjang pada cara pusat data kami berkomunikasi, sehingga menghentikan layanan kami," imbuhnya.

Janardhan menerangkan, penyebab utama pemadaman itu juga memengaruhi banyak alat dan sistem internal yang tim Facebook gunakan dalam operasi sehari-hari, mempersulit upaya perusahaan untuk mendiagnosis dan menyelesaikan masalah dengan cepat.



Janardhan menegaskan, pihaknya yakin akar penyebab pemadaman ini adalah perubahan konfigurasi yang salah. Menurutnya, pihaknya tidak memiliki bukti data pengguna telah disusupi sebagai akibat dari penghentian ini.

Masalah tak bisa diaksesnya layanan Facebook, Instagram, dan Whatsapp kali ini merupakan kedua terburuk setelah 2019. Saat itu, situs Facebook tidak bisa diakses lebih dari 24 jam.

Saat itu, masalah muncul akibat Facebook melakukan kesalahan dalam pembaruan rutin BGP telah menghapus rute DNS yang dibutuhkan Facebook, Instagram, dan WhatsApp untuk memungkinkan jaringan lain menemukan situs mereka.

BGP merupakan salah satu sistem yang digunakan internet untuk mengarahkan traffic atau lalu lintas internet Anda ke tempat yang dibutuhkan secepat mungkin. Tugas BGP adalah menunjukkan jalan dan memastikan itu merupakan rute yang terbaik.

"Masalah tampaknya dimulai dengan pembaruan rutin BGP yang salah, menghapus informasi perutean DNS yang dibutuhkan Facebook untuk memungkinkan jaringan lain menemukan situsnya," demikian laporan The Verge, Senin 4 Oktober 2021. 



Layanan Facebook bersama layanan Instagram dan WhatsApp mulai pulih pada Selasa 5 Oktober 2021 pagi. 

"Kepada komunitas besar orang dan bisnis di seluruh dunia yang bergantung pada kami: kami minta maaf. Kami telah bekerja keras untuk memulihkan akses ke aplikasi dan layanan kami dan dengan senang hati melaporkan bahwa mereka telah kembali online sekarang. Terima kasih telah mendukung kami," kata mereka seperti dikutip dari Reuters, Selasa 5 Oktober 2021 pagi.

Sumber: Finance.detik.com, Cnnindonesia.com


Share This
Previous Post
Next Post

Professional trader and journalist. He's a simple man.

0 komentar: