Selasa, 05 Oktober 2021

Wahai Trader Depositor, Inilah Kesalahan Besar yang Harus Anda Hentikan!

Foto: Pexels

ANDA sudah lama menekuni bisnis trading forex? Namun Anda selama ini hanya menjadi trader depositor atau hanya bisa menyetor dana? Dan Anda tidak pernah merasakan nikmatnya withdrawal atau mencairkan dana dari keuntungan trading forex? Bahkan Anda sering mengalami rugi besar hingga margin (modal) di akun trading Anda habis atau margin call (MC)? 

Yaaah, bisa jadi Anda termasuk trader yang selalu melakukan kesalahan satu ini, over-trading!  

Over-trading adalah kesalahan terbesar bagi trader forex. Akibatnya bisa fatal, over-trading bisa menyebabkan kerugian besar dari transaksi perdagangan di pasar forex. Namun hal ini sering tanpa mereka sadari sebagai kesalahan besar, bahkan mereka tidak menyadari telah melakukan over-trading. Maka di kemudian hari masih saja mereka melakukan kesalahan yang sama, yaitu over-trading!

Over-trading memang sangat umum dilakukan trader forex. Bukan hanya dilakukan oleh trader pemula, namun trader yang sudah berpengalaman pun sering terjebak dan tergoda melakukan over-trading yang berbahaya ini. 



Jika Anda merasa memiliki tanda-tanda sebagai trader yang masuk kategori sering melakukan over-trading, maka saya sarankan Anda membaca tuntas artikel ini. Artikel ini akan sepenuhnya membahas over-trading sebagai kesalahan terbesar yang sangat umum dilakukan oleh trader forex, dilengkapi beberapa tips untuk menghindari kebiasaan buruk yang bisa menghancurkan akun trading Anda. 

Apakah Anda Over-trading?

Jika Anda tidak tahu apakah Anda melakukan over-trading, maka Anda perlu menyimak beberapa fakta. Sebagian besar trader yang tidak bisa menghasilkan uang secara konsisten di pasar forex karena melakukan perdagangan berlebihan, itulah yang disebut over-trading. 

Benar! Over-trading adalah membuka posisi terlalu banyak sehingga total volume lot dari seluruh open position  (OP) sangat besar. Masalah over-trading ini bagi kebanyakan trader kurang disadari karena banyak cara untuk melakukan over-trading di luar perencanaan.

Misalnya, jika Anda telah berkomitmen untuk menganalisis pasar berdasarkan daily chart (grafik harian) terlebih dahulu, apakah Anda masih membuka chart dengan timeframe yang lebih rendah dari chart harian? Ini adalah cara yang sangat mudah untuk memulai over-trading. 

Trader yang belum menguasai perdagangan berdasarkan analisis pada chart harian kemungkinan besar akan melakukan perdagangan berlebihan jika mereka fokus pada timeframe yang lebih rendah. Ini karena timeframe lebih rendah cenderung banyak muncul setup sinyal perdagangan BUY atau SELL dengan probabilitas rendah yang sering menggoda trader untuk membuka posisi. Padahal jika mereka fokus pada chart harian, belum muncul setup untuk membuka posisi. 



Contoh lain, apakah Anda membuka posisi tambahan hanya karena perdagangan Anda saat ini untung dan Anda telah pindah ke titik impas? Apakah setup perdagangan tambahan benar-benar valid atau apakah Anda melompat karena Anda merasa senang dengan posisi menguntungkan dari OP pertama Anda?

Ada banyak situasi lain selain dua yang dibahas di atas yang memicu seorang trader melakukan over-trading. Masalah utamanya adalah banyak trader tidak menyadari bahwa mereka melakukan over-trading pada saat itu. Sangat mudah terpengaruh untuk melakukan OP tambahan ketika melihat setup perdagangan yang tidak sesuai dengan perencanaan trading dari awal ketika membuka OP pertama. 

Karena kenyataan bahwa situasi pemicu emosi bagi seorang trader saat berada di pasar terkadang sulit untuk dideteksi. Kalaupun berhasil dideteksi, terkadang seorang trader sulit mengontrol dirinya karena emosi telah menguasai psikologisnya. Hal itu menjadi pemicu seorang trader melakukan keputusan-keputusan salah ketika berhadapan dengan kondisi pasar yang tidak sesuai dengan prediksinya. Salah satu kesalamah besar dan bisa berakibat fatal yang kemudian dilakukan adalah over-trading. 

KUNCI SUKSES

  • Seorang trader sering kesulitan mengontrol dirinya untuk tidak melakukan over-trading, karena ketika sudah masuk ke pasar dan mengalami floating loss (rugi) cukup besar, maka psikologinya kemudian dikuasai oleh emosi yang memicunya untuk menambah OP berlebihan.
  • Sekarang Anda paham bahwa musuh besar seorang trader sebenarnya bukanlah pasar, melainkan emosi dirinya sendiri. Untuk itu musuh besar ini harus diperangi, jangan biarkan emosi menguasai psikologi kita saat sedang memiliki OP di pasar.
  • Cara terbaik untuk memerangi emosi adalah membuat trading plan atau perencanaan perdagangan dan strategi perdagangan yang matang sebelum masuk pasar, sebelum membuka posisi apapun. 

Hentikan Over-trading Sebelum Anda Memulai

Seperti yang baru saja kita bahas di atas; karena mungkin sulit untuk menyadari bahwa Anda melakukan over-trading ketika Anda “dalam momen” trading, maka cara terbaik untuk menghentikan kebiasaan over-trading adalah melakukan ofensif (serangan) terhadap over-trading dengan membuat trading plan atau perencanaan perdagangan dan strategi perdagangan yang matang sebelum masuk pasar, sebelum membuka posisi apapun. 

Kita dapat menganggap perdagangan semacam perang. Perang pada dasarnya bermuara pada logika atau tujuan Anda. Dalam perang ini yang kita lawan sebenarnya adalah otak kita sendiri, karena munculnya emosi yang memicu Anda melakukan over-trading adalah bermuara dari otak Anda sendiri. 



Cara terbaik untuk mengalahkan emosi dalam otak Anda adalah membuat perencanaan tarding yang mata dan membangun strategi trading yang bagus, kemudian Anda berkomitmen untuk mematuhinya dengan kedisiplinan tinggi. Meski Anda sudah membuat perencanaan perdagangan dan strategi perdagangan, namun jika Anda tidak patuh pada aturan-aturan yang menyertainya, maka hasilnya sia-sia belaka.

Saya yakin pada kenyataan bahwa jika Anda sebelum membaca artikel ini, dan Anda belum memiliki perencanaan trading yang matang dan strategi perdagangan yang efektif, maka Anda akan mudah mengulangi melakukan kesalahan besar tanpa menyadari merasa bersalah, yaitu melakukan over-trading. 

Kini Anda sudah mengerti apa penyebab dalam aktivitas trading Anda sering mengalami kerugian, bahkan Anda nyaris tak pernah mampu menghasilkan uang dari trading forex. Anda menderita kerugian demi kerugian yang berujung habisnya margin dalam akun trading Anda atau disebut margin call (MC). 

Kemudian Anda melakukan deposit baru lagi menyetorkan dana ke akun trading Anda. Kemudian Anda melakukan aktivitas trading lagi. Namun tidak ada yang berubah dari gaya dan kebiasaan trading Anda. Anda tetap melakukan kesalahan besar yang sama, yaitu melakukan over-trading. Cepat atau lambat margin (modal) dalam akun trading Anda pun habis lagi karena tergerus oleh floating minus yang kian membengkak gara-gara over-trading. 

Kemudian Anda melakukan deposit lagi menyetor dana ke akun trading Anda. Kemudian Anda melakukan over-trading lagi. Kemudian margin (modal) Anda di akun trading habis lagi. Anda deposit lagi, habis lagi. Deposit lagi, habis lagi. Begitu seterusnya. Entah sampai kapan. 



Jika Anda mengalami kasus seperti yang saya uraikan di atas, sekarang hanya ada dua pilihan untuk Anda. 

Pertama, Anda baru menyadari telah gagal menjadi trader forex. Anda selalu terkalahkan oleh emosi Anda sendiri sehingga selalu gagal mengendalikan emosi Anda ketika sedang melakukan aktivas trading. Untuk itu Anda memutuskan untuk berhenti melakukan segala aktivitas trading mulai sekarang, memupus impian menjadi trader sukses.

Kedua, Anda baru menyadari selama ini selalu melakukan kesalahan besar sebagai trader forex, yaitu selalu melakukan over-trading. Untuk itu Anda bersumpah untuk berhenti melakukan over-trading mulai sekarang. Demi mewujudkan impian menjadi trader sukses, yaitu trader yang benar-benar bisa memproduksi uang dari trading forex. 

Nah, Anda memilih opsi pertama atau kedua? Atau Anda mungkin punya pertanyaan sebelum memutuskan; dari kedua opsi tersebut mana yang paling tepat? Maka saya jawab; keduanya tepat karena keduanya akan menghentikan pekerjaan sia-sia Anda selama ini sebagai trader pecundang, yaitu trader depositor (hanya menyetor dana) ke akun trading tapi tidak pernah withdrawal (menarik dana) dari keuntungan trading forex. Bahkan modal Anda selalu habis tidak pernah kembali. 

Cuma bedanya, opsi pertama akan memaksa Anda untuk alih haluan mencari bisnis yang lain, karena Anda menyadari tidak berbakat menjadi trader forex. Adapun opsi kedua, Anda memilih tetap bertahan menjalani bisnis trading forex, tetapi telah bersumpah untuk mengentikan kesalahan besar selama ini, yaitu selalu melakukan over-trading.

SOLUSI SUKSES

Anda memilih opsi pertama atau opsi kedua, langkah berikutnya adalah sama, yaitu mencari solusi sukses. Sebab dalam menjalankan bisnis apapun, diperlukan money management (pengelolaan dana) yang tepat agar bisnis Anda bisa tumbuh. 



Dalam menjalankan bisnis apapun juga diperlukan risk management (mengelola risiko) yang aman agar jumlah kerugian yang diterima selalu dibatasi lebih kecil dibanding potensi keuntungkan yang diterima. 

Khusus Anda yang memilih opsi kedua, yaitu tetap bertahan menjadi trader forex, solusi sukses untuk langkah ke depan adalah: 

  • Anda harus punya trading plan atau perencanaan trading yang pasti dan selalu dipatuhi ketika sedang melakukan aktivitas trading. 
  • Anda harus mempunyai sistem trading dan strategi trading dengan akurasi tinggi untuk menghindari kerugian beruntun yang memicu over-trading.

Banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan strategi dan sistem trading yang memenuhi kriteria tersebut. Bisa mencari mentor trading yang andal dan terpercaya baik berbayar maupun gratis. Bisa juga mencari di antara ribuan strategi dan sistem trading gratis yang bertebaran di mesin pencari Google. 

Namun jika Anda sudah bosan trading dengan strategi sampah yang Anda dapatkan secara gratis dari Google atau grup-grup forex, Anda bisa mencoba menggunakan strategi HYPER PIPS Forex Strategy. Strategi trading ini berbayar, tapi akan mengantar Anda lebih cepat menjadi trader profesional. Jika Anda berminat silakan berkunjung: KE SINI    


Share This
Previous Post
Next Post

Professional trader and journalist. He's a simple man.

0 komentar: