Selasa, 10 April 2018

Kartu Kredit Digital Lagi Ngetren, Apa Saja Sih Keunggulannya?


Ilustrasi: Payments


TREN bertransaksi menggunakan e-money (uang elektronik) atau disebut juga uang virtual di penjuru dunia, termasuk Indonesia, telah diikuti dengan tren baru layanan kartu kredit digital atau kartu kredit virtual. Seperti apa sih keunggulan kartu kredit digital, bagaimana pula cara penggunaannya? Lantas, apa perbedaan antara kartu kredit konvensional degan kartu kredit digital?

Di Indonesia, penyedia layanan kartu kredit digital antara lain Kredivo dan AkuLaku. Kedua aplikasi ini mengklaim bisa memberikan fasilitas cicilan, bahkan tanpa kartu kredit. Dari laman resmi cicilan Kredivo memiliki bunga tetap 2,95% per bulan. Masa cicilan yang tersedia saat ini adalah tiga bulan, enam bulan, dan 12 bulan. Tidak ada uang muka yang perlu dibayarkan.



CEO and Co-Founder Kredivo, Akhsay Garg mengungkapkan, layanan kartu kredit digital didesain sebagai solusi dari kendala pengajuan dan penggunaan kartu kredit konvensional yang dikeluarkan bank pada umumnya. Jika pengajuan kartu kredit biasanya prosesnya lama dan dengan persyaratan berbelit, tetapi pengajuan kartu kredit digital bisa dengan persyaratan mudah dan cepat disetujui. 

Kredivo kini merupakan salah satu perusahaan financial technology (fintech) yang produk kartu kredit digital-nya banyak dipakai nasabahnya untuk belanja di ratusan e-commerce di Indonesia.

Berbeda dari Kredivo, AkuLaku adalah sebuah marketplace yang memungkinkan Anda membeli barang dengan fasilitas cicilan tanpa kartu kredit. Tapi AkuLaku masih mewajibkan calon pembeli untuk memberikan down payment (DP) atau uang muka untuk setiap transaksi pembelian.



General Manager Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI), Steve Marta menjelaskan,  fenomena kartu kredit digital ini sebenarnya hanya fasilitas kredit atau cicilan yang diberikan kepada calon pembeli. 

"Jadi ya sifatnya fasilitas saja. Hampir mirip dengan kartu kredit fisik dan sama-sama memiliki plafon," kata Steve, seperti dilansir dari Detikfinance, Selasa (10/4/2018).

Dia menjelaskan, untuk metode pembayaran cicilan secara digital memiliki mekanisme yang serupa dengan cicilan biasa. 

"Sebenarnya sama-sama kredit kan, hanya polanya saja yang baru kalau dulu manual sekarang digital. Ini memang menggeser pola yang lama," ujar dia.

Steve mengaku tak khawatir meskipun mulai bermunculan fasilitas kredit melalui jalur digital ini. Pasalnya antara kartu kredit fisik dan kartu kredit digital memiliki kelebihan dan kekurangan serta target pasar masing-masing.

Dari berbagai penjelasan narasumber tersebut, dengan diperkaya data-data lain yang terkait, maka perbedaan kartu kredit digital dan kartu kredit konvensional antara lain: 

Kartu Kredit Konvensional:



Ilusstrasi: Jcmagazine


Kartu kredit konvensional atau kartu kredit fisik dikeluarkan oleh bank, berbentuk persegi panjang, berbahan plastik serta dilengkapi dengan chip sebagai pengaman. Selain itu, nama lengkap pemegang kartu juga tertera bersama dengan nomor kartu hingga nomor CVV yang terletak di belakang kartu. Jumlah limit atau plafon yang diberikan mulai dari Rp 3 juta hingga Rp 1 miliar atau lebih.

Untuk mendapatkan kartu kredit konvensional, calon nasabah harus mengajukan permohonan ke bank. Persyaratannya mulai dari kartu identitas, slip gaji, dan mengisi formulir pendaftaran di sales atau customer service bank. 

Lama proses pengajuan kartu kredit konvensional adalah 14 hari kerja. Setelah permohonan diajukan Anda akan mendapatkan notifikasi dari bank apakah pengajuan kartu kredit tersebut disetujui atau dtolak.

Kartu kredit konvensional setiap bulannya memiliki tagihan jika digunakan oleh pemilik kartu dan dikirimkan ke alamat pemilik. Selain itu beberapa kartu kredit dari bank tertentu mengenakan biaya tahunan atau annual fee yang jumlahnya bervariasi, namun tak jarang bank yang memberikan gratis biaya tahunan untuk nasabahnya. 

Selain itu, kartu kredit yang diterbitkan beberapa bank juga memiliki fasilitas cicilan yang dibagi dari tiga bulan, enam bulan hingga satu tahun dengan bunga 0%. 



Kartu Kredit Digital:



Ilustrasi: Katadata

Sedangkan kartu kredit digital dikeluarkan oleh perusahaan financial technology (fintech). Layanan kredit ini menawarkan kemudahan melalui aplikasi di smartphone (telepon pintar) atau website. Kartu kredit digital ini menyasar orang-orang berpenghasilan cukup, namun mereka sulit mendapatkan akses kartu kredit dari bank (underbank).

Untuk orang yang ingin mendapatkan kredit digital diwajibkan melengkapi persyaratan seperti mengisi formulir pendaftaran dan mengunggah foto kartu identitas ke aplikasi penyedia kredit tersebut.

Nantinya perusahaan kredit online itu akan melakukan analisis data dari calon nasabah secara mendalam, mulai dari jejak digital pengguna. Hasil analisis data nasabah ini akan menjadi bahan pertimbangan oleh perusahaan penyedia layanan kartu kredit digital untuk menyetujui pemberian kredit ke calon nasabah.  (sb-18)

Sumber: Detikfinance.com




Share This
Previous Post
Next Post

Professional trader and blogger. He's a simple man.

0 komentar: