Senin, 26 Maret 2018

Dolar AS Jatuh Terendah 5 Minggu, Perang Dagang AS-China Mereda


Foto: Savemoneychanger
PERANG  dagang antara Amerika Serikat (AS) versus China memicu dolar AS Terpuruk!

Dolar AS jatuh ke level terendah dalam lima minggu terhadap sekeranjang mata uang utama dunia pada akhir perdagangan Selasa (27/03/2018) dini hari, dengan optimisme bahwa AS dan China akan memulai negosiasi perdagangan. Rumor ini berhasil meredakan kekhawatiran perang perdagangan AS-China sehingga kekhawatiran investor untuk mengambil risiko kian membaik.

Indeks dolar AS, yang mengukur dolar AS terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, turun 0,41 persen pada 89,06, setelah tergelincir ke level terendah lima minggu di level 89,056.

Pasar global terguncang pekan lalu setelah Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif pada barang-barang China, memicu dua ekonomi terbesar dunia lebih dekat dengan perang dagang, tetapi laporan terbaru mengindikasikan sikap yang sedikit lebih selektif.

Perdana Menteri China, Li Keqiang, mengatakan pada hari Senin bahwa China dan AS harus mempertahankan negosiasi dan dia menegaskan kembali janji untuk mempermudah akses bagi bisnis AS.


Sementara itu,  yen Jepang yang sering dipandang sebagai mata uang safe-haven (aman) di saat pasar bergejolak oleh ketidakpastian ekonomi,  juga tergelincir terhadap dolar AS. Dolar naik 0,68 persen terhadap yen. Kekuatan dolar terhadap yen juga karena faktor-faktor Jepang seperti meningkatnya pandangan bahwa skandal politik di Tokyo dapat diperdalam, dengan angka dalam kontroversi kronisme seputar Perdana Menteri Shinzo Abe karena bersaksi di parlemen pada hari Selasa (27/3/2018) ini.

Euro naik 0,79 persen terhadap dolar AS, dengan komentar terbaru dari Jens Weidmann, kemungkinan kandidat dari Jerman untuk menjadi presiden berikutnya Bank Sentral Eropa, juga menawarkan beberapa dukungan.

Weidmann mengatakan ekspektasi pasar kenaikan suku bunga menuju pertengahan tahun depan “tidak sepenuhnya tidak realistis”, pandangan yang dibagi oleh pasar yang lebih luas, meskipun beberapa mengharapkan kenaikan suku bunga pada kuartal pertama 2019.  Pedagang di pasar mata uang juga bersiap untuk banjir penerbitan Treasury minggu ini.

Pound Inggris naik 0,69 persen terhadap dolar karena para investor menjadi lebih yakin bahwa Bank of England (BoE) akan menaikkan suku bunga pada bulan Mei.

Senior Analyst Vibiz Research,  Asido Situmorang memperkirakan dolar AS masih akan berupaya bangkit pasca meredanya ketegangan perang dagang AS-China. (sb-18)

Sumber: Vibiznews.com




Share This
Previous Post
Next Post

Professional trader and journalist. He's a simple man.

0 komentar: