Jumat, 23 Maret 2018

Terungkap! Sosok Wanita dan Anak di Logo Sido Muncul Ternyata....


Foto: Dok Sidomuncul (Yukepo)

SEJAK berdiri pada 1951, Sido Muncul tidak pernah mengubah logonya!

Dari sekian banyak produsen jamu tradisional salah satu yang mampu bertahan hingga saat ini adalah Sido Muncul. Beberapa produk jamu legendaris telah diproduksi bahkan hingga mendunia.

Bagi masyarakat Indonesia, tentu sangat akrab dengan produk Sido Muncul. Bahkan tanpa melihat merek dengan hanya melihat logo sudah bisa tahu bahwa itu jamu Sido Muncul.

Sejak berdiri pada 1951, Sido Muncul tidak pernah mengubah logonya yang berwujud tumbukan jamu dengan foto sosok Ibu dan seorang anak balita. Siapakah mereka?

Ternyata anak balita itu adalah Irwan Hidayat yang kini menjadi Direktur Sido Muncul, sementara wanitanya adalah neneknya Ny Rakhmat Sulistyo yang tak lain adalah pendiri Sido Muncul.

Irwan bercerita, sejak kecil dia memang sangat dekat dengan neneknya. Dia sejak lahir sering sakit-sakitan memang diurus oleh neneknya.

"Saya dipelihara sama nenek saya sejak saya masih di Yogyakarta," kenang Irwan seperti dilansir DetikFinance, Jumat (23/3)/2018).


Pada 1949, Ny Rakhmat Sulistyo memutuskan untuk pindah ke Semarang lantaran adanya perang di Yogyakarta. Irwan pun ikut diboyongnya meski kedua orangtuanya masih menetap di Yogyakarta.

"Waktu di Semarang nenek saya mendirikan Sido Muncul pada tahun 1951," tambahnya.

Kala itu seperti menjadi keharusan untuk memasang foto pribadi di logo produk. Awalnya Ny Rakhmat Sulistyo memasang foto dengan suaminya, namun dia merasa terlihat aneh.

Akhirnya dia mencoba untuk foto dengan Irwan, cucu kesayangannya. Meskipun saat itu Ny Rakhmat memiliki 46 cucu dari 9 anaknya.

"Saat itu saya yang dipilih untuk dijadikan logo," ungkapnya.

Sampai akhirnya, kedua orangtua Irwan ikut pindah ke Semarang dan ikut berinvestasi di Sido Muncul dengan memegang saham 50%. Lalu pada 1970 ketika neneknya sudah berusia 73 memutuskan untuk memberikan perusahaannya ke orangtua Irwan.

"Nenek saya punya pertimbangan dia bilang ya sudah yang punya satu orang saja enggak usah banyak-banyak biar enggak ribut," tambahnya.

Sejak saat itu pula, Irwan ikut terjun membantu kembangkan Sido Muncul. Hingga saat ayahnya meninggal tanggung jawab perusahaan diserahkan kepada Irwan dan adik-adiknya meski kursi kepemimpinan diduduki oleh Ibunya. 

"Kemudian pada 18 Desember 2013 ketika Sido Muncul menjadi perusahaan publik saya adalah CEO pertamanya," tutup Irwan. (sb-18)

Sumber: Detikfinance.com




Share This
Previous Post
Next Post

Professional trader and journalist. He's a simple man.

0 komentar: