Senin, 18 Juni 2018

Ini Lho Rahasia Agar Trader Forex Tidak Pernah MC!


Foto: Shutterstock

MENGAPA banyak trader foreign exchange (forex) masih mengalami margin call (MC) alias merugi hingga modalnya habis? Yang menyedihkan, ini bukan hanya dialami trader pemula, tapi juga trader yang sudah bertahun-tahun menerjuni trading forex masih saja ada yang MC. 

Kalau ditanya apa penyebab mereka mengalami MC? Tentu saja karena mereka melakukan kesalahan, dan kesalahan yang mereka lakukan pasti banyak sekali. Namun kesalahan yang paling fatal, mereka belum mau memahami dan menerapkan konsep dasar dari bisnis trading forex itu sendiri.   

Ya, hanya belum mau memahami dan menerapkan, bukannya tidak tahu. Sebab semua orang yang berani nyebur ke bisnis trading forex pasti sudah tahu dari awal bahwa trading forex alias perdagangan mata uang asing ini adalah bisnis high risk high return. Artinya, bisnis trading forex ini menjanjikan peluang keuntungan yang tinggi, tetapi sebanding dengan tingkat risikonya juga tinggi.



Jika konsep high risk high return ini dipahami dan diterapkan dengan benar, maka tidak ada trader yang berani merisikokan modalnya lebih tinggi dari target keuntungannya. Namun yang terjadi, banyak trader yang ambisius ingin meraih profit besar secara instan tanpa mengukur dan mempertimbangkan faktor risikonya. 

Ambil contoh saja, trader A memasang target profit 50%-100% dari modal dalam sebulan. Dengan pemahaman konsep high risk high return, target profit tersebut berbahaya bagi modal tradingnya, karena itu berarti tingkat risikonya juga mencapai 50%-100% dalam sebulan. Apabila trader A tersebut belum  memahami dan menerapkan penghitungan money management yang aman, maka sudah pasti cepat atau lambat nasib akun tradingnya akan berakhir dengan MC.

Ini berbeda dari contoh lain, misal trader B memasang target profit hanya 5%-15% dari modal dalam sebulan. Dengan pemahaman konsep high risk high return, target profit tersebut terbilang aman bagi modal tradingnya, karena itu berarti tingkat risikonya juga sebanding hanya 5%-15% dalam sebulan. 

Foto: Ducascopy

Dengan didukung penerapan money management yang ketat, tingkat risk (risiko) dan return (target keuntungan) dibuat sebanding sama-sama: 5%-15% per bulan, maka trader B tersebut dapat trading dengan aman dan nyaman. Mengapa? Karena dia telah mampu mengubah konsep dasar bisnis trading forex dari high risk high return menjadi low risk low return. Tapi inilah konsep bisnis yang benar, bukan gambling!

BACA JUGA: Anda Wajib Melakukan Semua Ini Untuk Bisa Menghasilkan Profit Konsisten dari Trading Valas/Forex

Memang, konsep bisnis trading forex paling ideal sebenarnya low risk high return, tapi ini tidak mudah. Ini hanya bisa dikerjakan oleh para master trader yang sudah punya kemampuan akurasi analisis market di atas 80%, sehingga Stop Loss (SL) kecil jarang tersentuh. Tapi ingat, ini hanya bisa dilakukan para master trader yang ilmu tradingnya sudah mendekati level dewa. Jika Anda merasa belum master trader, saya lebih menyarankan Anda memahami dan menerapkan konsep low risk low return dalam bisnis trading forex. (sb-18)







Share This
Previous Post
Next Post

Professional trader and journalist. He's a simple man.

0 komentar: