Sabtu, 08 Januari 2022

Pasar Ekspor Masih Terbuka Luas, Direktur Shopee Dorong Pelaku UMKM Lokal Masuk Ekosistem Digital

Akuratnews.com

Direktur Eksekutif Shopee Indonesia Christin Djuarto

BISNIS FOR LIVING
- Shopee adalah platform belanja online terdepan di Asia Tenggara dan Taiwan. Shopee berkantor pusat di Singapura yang dimiliki oleh Sea Limited. Shopee pertama kali diluncurkan di Singapura pada 2015, dan sejak itu memperluas jangkauannya ke Malaysia, Thailand, Taiwan, Indonesia, Vietnam, dan Filipina.

Sebagai platform belanja onlibe yang dikembangkan di berbagai negara, layanan Shopee disesuaikan pada tiap-tiap wilayah. Di Indonesia, Shopee termasuk platform belanja yang sangat peduli membantu memasarkan produk-produk dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal.  

Direktur Eksekutif Shopee Indonesia Christin Djuarto mengungkapkan, Shopee telah membantu lebih dari 5 juta penjual aktif di Indonesia sejak hadir pada 2018. Adapun para penjual didominasi oleh pelaku UMKM.

Menurut Christin Djuarto, saat ini potensi para pelaku UMKM di Indonesia untuk go digital masih terbuka luas. Ia juga menyebut bahwa tidak sedikit pelaku UMKM yang belum masuk ke dalam ekosistem digital. 

Penyebabnya, menurut Chistin, banyak pelaku UMKM belum memahami ekosistem digital sepenuhnya. Untuk itu Shopee saat ini fokus membantu pelaku UMKM agar dapat terdigitalisasi melalui program Kampus UMKM Shopee. 

"Makanya kita buat lebih banyak lagi pusat-pusat edukasi melalui Kampus UMKM Shopee. Di kampus-kampus ini jadinya kita buat markas. Mereka bisa datang. Jadi enggak ada alasan takut atau enggak tahu mau nanya siapa. Di situ selain ada tim mendampingi, kita ada kelasnya juga yang kita ajarin dari hulu ke hilir," jelas Christin Djuarto dilansir Bisnisforliving.com dari Cnbcindonesia.com berdasarkan "Podcast Endgame with Gita Wirjawan".

Christin Djuarto menjelaskan, program Kampus UMKM Shopee membantu produk lokal dapat merambah pasar internasional. Sehingga, bisa sesuai dengan kampanye #ShopeeAdaUntukIndonesia. Digitalisasi UMKM, lanjut Christin, membawa produk lokal dapat dijangkau oleh masyarakat yang lebih luas, baik di Indonesia maupun mancanegara. 

Dalam program tersebut, para pelaku UMKM mendapat pendampingan. Mulai dari produksi, pemasaran, logistik, hingga distribusi produknya ke luar negeri. Christin menyatakan optimistis bahwa dengan digitalisasi mampu membawa produk lokal go global. 

"Saya bisa membayangkan peran UMKM sudah bisa meningkatkan produksi, produktivitas ditopang dengan teknologi, ditopang dengan inklusi keuangan. Mereka bisa melakukan ekspor bukan hanya ke ASEAN, tapi bisa sampai ke berbagai negara lain, termasuk Amerika Latin," terangnya. 

Christin menegaskan, produk lokal yang diekspor akan membantu menyeimbangkan neraca perdagangan nasional dalam hal ekspor-impor. Hal ini memberikan kontribusi terhadap perkembangan perekonomian Indonesia. 

Sebagai informasi, hingga kini Shopee telah membantu lebih dari 180.000 UMKM lokal melakukan ekspor ke berbagai negara. Adapun fesyen muslim menjadi produk UMKM yang paling laris di pasar dunia. (22)

Sumber: Cnbcindonesia.com

Share This
Latest
Next Post

Professional trader and journalist. He's a simple man.

0 komentar: