Jumat, 23 Februari 2018

Nasi Uduk Diinovasi Jadi ''Kue Cantik'', Bikin Tania Raup Omzet Rp 100 Juta/Bulan



Foto: Detikfinance
Tania Jean Winarta

HANYA bisnis nasi uduk bisa mencapai omzet Rp 100 juta per Bulan!

Sukses yang dicetak perempuan pengusaha bernama Tania Jean Winarta ini memang terbilang spektakuler. Hanya jualan nasi uduk omzetnya bisa mencapai Rp 100 juta per bulan. Tapi, nasi uduk apa dulu? Nasi uduk bikinan Tania ini sudah diberi sentuhan modern menyerupai sebuah kue yang memiliki tampilan cantik.
9
Dalam menjalani usaha kuliner tradisional itu, Tania tidak sendiri. Perempuan yang akrab disapa Nia menjalaninya bersama kelima sahabatnya. Mereka sangat sadar bisnis, bahwa untuk meningkatkan daya tarik produk dari minat calon pembeli, diperlukan suatu inovasi baru. Tidak hanya menyajikan kue uduk tradisional apa adanya.  

Nia dan kawan-kawan pun akhirnya menemukan ide inovasi itu dengan mengemas produk kuliner nasi uduknya diinovasi menyerupai sebuah kue yang memiliki tampilan cantik. Usaha yang diberi nama Nasi Uduk Manja itu sangat diminati konsumen. Walau bisnis itu masih tergolong baru yakni sekitar satu tahun, Nia dan lima sahabatnya itu sudah bisa meraup omzet hingga sekitar Rp 100 juta per bulan.




Namun, jangan hanya melihat sukses yang telah diraihnya sekarang ya. Yang namanya usaha, tentu ada prosesnya hingga mencapai sukses. Ada yang harus melalui proses panjang bahkan jatuh bangun terlebih dulu, ada yang beruntung usahanya berkembang cepat dan berjalan lancar mirip jalan top. Kebetulan Nia dan kawan-kawan termasuk yang beruntung, menjalani bisnis kuliner tradisional baru satu tahun sudah mampu mencetak omzet ratusan juta. 


Kepada Detikfinance, beberapa waktu lalu Nia menceritakan kisah sukses bisnisnya. Menurut dia, usaha nasi uduknya dirintis sekitar Februari 2017. Namun, saat itu masih kurang laku karena dia hanya menjual nasi uduk biasa, tanpa inovasi.

"Awalnya kita buka foodcourt di daerah Puri Indah, Kembangan, Jakarta Barat, jualan nasi uduk biasa, lalu merambah ke nasi kotak. Cuma kan kalau begitu saingannya banyak. Yang pas kita foodcourt itu hasilnya kurang banget ya," kata Nia sebagaimana dilansir dari Detikfinance, Jumat (23/2/2018). 


Saat itu, modal awal yang dikumpulkan Nia bersama lima sahabatnya memang tak banyak, hanya sekitar Rp 7 juta yang juga digunakan untuk sewa tempat. Barulah setelah ide untuk mengembangkan nasi uduk menjadi berbentuk kue, modal tersebut ditambah lagi sebesar Rp 3 juta.


Nia mengungkapkan, ide untuk mengivovasi nasi uduk itu datang karena pikiran iseng sang sahabat. Bisa dibilang, awalnya hanya sekadar coba-coba untuk bisa memajukan usahanya, itu karena mereka memutuskan untuk menutup toko nasi uduknya karena hasilnya kurang positif.


"Saya sendiri hobi baking, nah lima orang ini bilang coba dong bikin kue dari nasi. Akhirnya aku iseng coba, akhirnya jadi kuenya. Karena kalau hanya nasi uduk biasa, walau promosi-promosi ke media sosial juga kayanya responsnya kurang bagus, mungkin karena saingannya banyak dan orang belum kenal," katanya.


Walaupun sudah memiliki inovasi yang unik, namun Nasi Uduk Manja tak serta-merta bisa menarik perhatian konsumen. Nia dan para sahabatnya itu pun mencoba memasarkan produknya dengan cara kekinian, yakni mengendorse-nya ke beberapa food blogger.





        Foto : Dok Kue Uduk Manja (Detikfinance)


Secara perlahan, produk Nasi Uduk Manja mulai dikenal. Dengan merogoh kocek mulai dari Rp 50 ribu-500ribu untuk endorse tersebut, produk Nia bisa menarik perhatian banyak konsumen.

"Kita waktu itu sudah mulai pinteran kan, dalam arti kita coba endorse food blogger. Dari situ kirim-kirim ke food blogger, jadi people lebih aware dan marketnya lebih kebuka," tutur Nia.


Karena mulai berkembang, Nia dan lima sahabatnya itu pun mempekerjakan dua orang pegawai untuk menjalankan usahanya. Sebab, mereka mulai sedikit keteteran karena banyaknya pesanan.


Nia dan lima sahabatnya itu menjual nasi uduk dengan harga kisaran Rp 150 ribu sampai lebih dari Rp 1 juta. Harga tersebut dihitung berdasarkan porsi yang diminta si konsumen dalam setiap pesanan.


"Kalau Rp 1 jutaan lebih itu kuenya bisa buat 40-50 orang. Jadi kuenya empat tingkat, atau lebar, isinya, menunya juga lebih banyak. Kasarnya dihitung porsinya. Jadi mau buat makan 50 orang, nanti kita hitung jatuhnya 1 juta lebih. Kalau untuk yang Rp 150 ribu buat berempat, ukuran terbesar tergantung pesanan customer," katanya.






Kini, Nia dan lima sahabatnya itu bisa melayani hingga delapan pesanan kue setiap harinya. Mereka juga saat ini tak membuka toko dalam menjalankan usahanya, Nia sekarang hanya memasarkannya lewat media sosial dan memiliki sebuah dapur untuk menyiapkan pesanan konsumen.


Mereka pun berencana untuk bisa mengembangkan sayap bisnis ke berbagai daerah dengan membuka dapur baru di beberapa wilayahdanmemasarkannyasecaraonline. Semua ituagarbisnisnya bisa berkembang jauh lebih maju.




       Foto : Dok Kue Uduk Manja (Detikfinance)

"Kita nggak mau buka tempat lagi, benar-benar lewat online. Yang mau itu ke luar kota, jadi misalnya buka dapur di Bandung, di Makassar kaya gitu, tapi bukan buka toko, hanya dapur saja. Itu yang diinginkan sekarang," ucapnya.

Nia pun mengaku senang dengan bisnisnya sekarang ini. Terlebih, usaha dan kerja kerasnya itu dijalankan bersama sahabat-sahabatnya dan memajukan kuliner tradisional.


"Hasilnya sekarang sih happy banget sih, soalnya yang kita lalui awal-awal sih menyedihkan ya, susahnya, dan lain-lain. Mungkin sekarang kan 2017 makanan-makanan itu kan sudah wow, sedangkan makanan tradisional udah kehilangan jaman. Jadi awal-awal pas kita usaha nasi uduk itu responsnya kurang. Tapi sekarang kita bisa dibilang bangga," tuturnya.


Bila Anda tertarik dengan Nasi Uduk Manja buatan Nia dan para sahabatnya, bisa mengunjungi akun instagram: nasiudukmanja. (sb-18)


Sumber: Detikfinance.com




Share This
Previous Post
Next Post

Professional trader and journalist. He's a simple man.

0 komentar: