Kamis, 28 Maret 2019

Pendiri Grab Berbagi Tips Sukses Kembangkan Startup


Co-founder Grab, Tan Hooi Ling

BAGAIMANA sebuah startup meraih kesuksesan? Ternyata tidak mudah. Para pendirinya juga pernah melakukan kesalahan demi kesalahan, dan merasakan pahit getirnya jatuh bangun dalam mengembangkan binis rintisan mereka.

Co-founder Grab, Tan Hooi Ling membagi resep sukses memulai bisnis bagi para inisiator startup atau perusahaan rintisan yang baru membangun usahanya.

Dia mengatakan, pemimpin sebuah startup tidak boleh takut membuat kesalahan sebab kesalahan pasti selalu akan terjadi.

"Kita akan membuat kesalahan dan kesalahan bukanlah sesuatu yang buruk, kecuali Anda tidak belajar darinya," ujar Ling, dalam workshop startup Thinkubator di Jakarta, Kamis (28/3/2019).

"Grab tidak tumbuh dari berapa banyak kesalahan yang kami buat, tapi seberapa cepat kami belajar dari kesalahan dan memastikan tim kami tidak mengulangi kesalahan yang sama," tambahnya.

Dia juga memberi tiga hal yang dapat dilakukan para pemimpin startup saat membuat kesalahan, yaitu refleksi, istirahat, dan memulai lagi (reflect, rest, reset).



Bila Anda melakukan kesalahan besar atau mengambil langkah strategis yang salah, berilah waktu bagi diri sendiri untuk berefleksi dan melihat kembali situasi serta apa yang sudah Anda lakukan, kata Ling.

"Beri diri Anda ruang dan mundurlah sejenak, lupakan pohonnya dan mulai melihat hutannya, cari tahu bagaimana Anda bisa mengubah situasinya," ujar Ling. "Kemudian, belajarlah untuk beristirahat, cari tahu apa yang ingin Anda lakukan dan lihat apa yang bisa Anda ubah," imbunya. 

Apa pelajaran yang bisa kita petik dari tips pendiri Grab Tan Hooi Ling? Untuk skala kecil, tips tersebut dapat juga kita terapkan untuk mengembangkan bisnis yang sedang kita jalani. Sebab memulai dan mengembangkan sebuah bisnis, tak selalu bisa sukses melalui jalan tol yang mulus. Sering juga harus melewati jalur perjalanan yang terjal dan banyak rintangan, kita harus jatuh bangun dulu dan banyak melakukan kesalahan. 

4 Unicorn yang Menggaet Minat Investor Dunia

Sebagai penyemangat meriah sukses dalam bisnis, yuk kita mengenal empat unicorn yang mampu menggaet minat investor dunia.

Ya, pembahasan mengenai unicorn atau perusahaan startup dengan valuasi 1 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 14 triliun (kurs Rp 14.000) ramai dibahas dalam beberapa waktu terakhir.

Saat ini, terdapat 4 unicorn di Indonesia. Salah satunya bahkan telah menuju decacorn atau yang memiliki valuasi mencapai 10 miliar dolar AS.

Tumbuhnya unicorn ini sedikit menuai pro kontra. Ada yang membanggakan, ada pula yang menyayangkannya. Sebab, walaupun tumbuh di dalam negeri, namun unicorn Indonesia dikuasai asing.

Unicorn-unicorn tersebut ialah Go-Jek, Traveloka, BukaLapak, dan Tokopedia. Berikut profil dari masing-masing unicorn tersebut.

Go-Jek

Go-Jek pertama kali berdiri pada  2010. Ketika itu, Go-Jek melayani transportasi ojek yang mengandalkan call center. Pada  2015, Pendiri Go-Jek Nadiem Makarim membawa Go-Jek lebih inovatif lagi dengan menghadirkan aplikasi sampai populer hingga sekarang ini.

Saat ini, Go-Jek sudah menjadi salah satu raja transportasi online di Indonesia. Bahkan layanan ini juga sudah merambah ke Vietnam. Dilansir dari Detikfinanfe pada Oktober 2018, valuasi pasar Go-Jek berkisar di 4,8 miliar dolar AS.

Go-Jek tengah membuka putaran pendanaan baru, di mana perusahaan ini dikabarkan mendapatkan suntikan modal segar yang bersumber dari Google, Tencent, dan JD.com. Ketiganya menggelontorkan investasi sebesar 920 juta dolar AS atau sekitar Rp 12,9 triliun di Go-Jek.

Apabila investasi dari ketiga Google, Tencent, dan JD.com disepakati, maka akan membuat valuasi Go-Jek mencapai 9,5 miliar dolar AS atau setara Rp 133 triliun!

Sejauh ini, belum termasuk rumor pedanaan dari Google, Tencent, dan JD.com yang terbaru, Go-Jek telah mengumpulkan lebih dari USD 2 miliar dari berbagai investor, termasuk putaran 1,4 miliar dolar AS pada tahun lalu hingga membuat perusahaan ride hailing ini memiliki nilai bisnis sebesar 5 miliar dolar AS.



Tokopedia

Valuasi raksasa e-commerce Tokopedia semakin besar setelah beberapa waktu lalu, situs marketplace ini disuntik sejumlah investor asal Jepang dan China.

Tokopedia disuntik modal senilai 1,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 15,9 triliun (kurs: Rp 14.500) oleh Softbank dan Alibaba Group.

Dana itu telah membuat valuasi Tokopedia saat ini mencapai 7 miliar dolar AS atau setara Rp 101,5 triliun.

Total valuasi tersebut dipercaya dari salah satu sumber Techcrunch, seperti dikutip Rabu (12/12/2018). Dengan masuknya suntikan modal ini, Tokopedia tercatat telah mengumpulkan dana dari investor mencapai 3,4 miliar dolar AS atau setara Rp 49,3 triliun selama sembilan tahun berdiri.

CEO Tokopedia, William Tanuwijaya mengatakan, perusahaan masih akan terus fokus pada pasar dalam negeri guna mendorong pembangunan ekonomi dan inklusi keuangan di Indonesia.

BukaLapak

Bukalapak tak sepenuhnya didukung oleh pemain lokal. Pada 13 Februari 2014, investor 500 startup masuk namun tidak dibeberkan berapa injeksi pendanaan seri A yang diberikan.

500 startup merupakan venture capital yang bermarkas di San Francisco, AS. Pendanaan yang masuk seri A lainnya yakni GREE Ventures, IREP, aucfan Co.Ltd.

Pada pendanaan seri B, masuklah Emtek (Elang Mahkota). Sang pemilik stasiun televisi SCTV ini masuk Bukalapak sebagai Lead Investor lewat KMK Online pada Februari 2015 yang juga bersamaan dengan 500 Startups.

Namun beberapa pemberitaan menyebutkan, masuknya Emtek ini sudah sejak 2014 di mana menguasai sampai 19,68% dengan nilai 2,2 juta dolar AS. Dan pada 2015, sampai saat ini, Emtek melalui KMK Online telah menguasai 49 persen saham Bukalapak dengan menambahkan total 20 juta dolar AS lebih berdasarkan pemberitaan Tech in Asia. 

Pendanaan sudah mencapai seri D di Bukalapak. Di mana pada seri D ini ada investor lain seperti Mirae Asset-Naver Asia Growth Fund, GIC sampai Ant Financial yang merupakan perusahaan subordinasi Alibaba Group

Traveloka

Satu lagi startup unicorn di Indonesia adalah Traveloka, situs penyedia layanan travel ini punya valuasi di atas 1 miliar dolar AS, bersanding dengan Go-Jek, Tokopedia, dan Bukalapak.

Traveloka telah merambah negara-negara di kawasan ASEAN, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

Traveloka melakukan empat kali putaran penggalangan dana dengan total suntikan dana di atas 500 juta dolar AS. Deretan investor Tokopedia adalah Expedia, GFC dan Sequoia Capital dari AS, Hillhouse Capital dan JD.com dari China. (sb-19)

Sumber: Detikfinance

Share This
Latest
Next Post

Professional trader and journalist. He's a simple man.

0 komentar: