Kamis, 16 Januari 2020

Belajar Forex #5: Trading For Living, Benarkah Bisa Diwujudkan?

Saya sedang bekerja sebagai redaktur ekonomi di surat kabar harian Suara Merdeka di Semarang, Jawa Tengah.

FOREX trading for living atau trading untuk hidup, benarkah bisa diwujudkan? Ataukah trading for living itu hanya cita-cita sebagian besar trader belaka? Sebelum menjawab pertanyaan ini, izinkan saya memperkenalkan sekilas strategi trading yang saya kembangkan sejak 2013, setelah saya resign dari side job sebagai Mentor &  Development Manager divisi edukasi di sebuah broker lokal di Semarang (2011-2013). Setelah itu saya memilih menjadi trader independen  dan tetap menjalani profesi lainnya, sebagai jurnalis/redaktur ekonomi di sebuah surat kabar terbesar di Jawa Tengah. 

Kembali ke trading for living, benarkah bisa diwujudkan? Dari pengalaman saya sebagai trader independen, mantan mentor edukasi forex, dan redaktur ekonomi sebuah surat kabar, maka saya simpulkan:  Trading for living itu bisa diwujudkan, tapi memang tidak mudah. Hanya sebagian kecil trader yang bisa mewujudkan trading for living menjadi kenyataan. Selebihnya, sebagian besar trader masih menempatkan trading for living hanyalah cita-cita belaka. Entah sampai kapan cita-cita itu dapat terwujud menjadi kenyataan tidak ada yang tahu, termasuk diri trader itu sendiri. 

Saya sendiri sampai saat ini masih berprofesi ganda: trader independen dan jurnalis/redaktur ekonomi di sebuah surat kabar. Tapi kedua profesi ini sebenarnya saling mendukung. Sebagai redaktur ekonomi, setiap hari saya harus memantau pergerakan rupiah, valas (forex), saham di pasar domestik, regional dan global lalu saya tulis di koran. Namun saya pribadi kurang suka trading dengan analisis fundamental. Dalam trading saya menggunakan analisis 90% teknikal. 

Lho, katanya mau memperkenalkan strategi trading? Oh ya, maaf! Jadi begini, meskipun mewujudkan trading for living itu tidak mudah, tapi memelihara cita-cita untuk mencapai level trader for living itu harus. Cita-cita trading for living itu harus terus dirawat dalam jiwa seorang trader, agar terus termotivasi, terus bersemangat untuk mewujudkannya menjadi kenyataan. 

Begitu juga saya. Strategi trading yang saya kembangkan sejak 2013-2019 ini saya beri nama “Extreme Swing FX For Living”. Strategi ini bisa untuk trading manual, dan telah saya buat juga versi trading otomatis menjadi expert advisor (EA). Saya tidak akan mengatakan strategi trading ini holy grail atau sempurna tingkat dewa. Namun strategi yang saya riset dan uji coba melalui berbagai trial error selama 2013-2019, saya harapkan akan bisa mewujudkan cita-cita saya pribadi dan cita-cita para trader dan investor pada umumnya, yakni mencapai level trading for living. 

Sesuai dengan namanya “Extreme Swing FX For Living”, strategi trading saya ini menggunakan gaya “swing yang cukup extreme”.  Strategi ini masuk pasar hanya ketika ada momentum emas yang mengindikasikan perubahan arah trend,  lalu entry posisi pada trigger sesuai rule. Biasanya momen ini hanya terjadi 2-4 kali pada satu pair dalam sebulan.  

Untuk trading manual biasanya saya trading pada pair utama GBPUSD dan sejumlah pair alternatif lainnya. Namun untuk versi EA hanya trading pada satu pair: GBPUSD. Mengapa versi EA hanya trade pada GBPUSD? Karena dari riset saya bertahun-tahun, strategi ini menghasilkan akurasi sinyal paling tinggi pada pair GBPUSD. Jadi gaya tradingnya benar-benar santuy (santai), hanya perlu pantau EA pada saat-saat tertentu. Tapi meski sebulan hanya trade 2-4 kali, rata-rata traget profit sebulan 5%-20% tercapai dengan risk management aman. 

Sejak Februari 2020, saya merilis performa trading dengan strategi “Extreme Swing FX For Living” ini di layanan copy trade Mql5.comhttps://www.mql5.com/en/signals/698000.  Silakan kalau teman-teman mau pantau, syukur-syukur mau join copy trade, dan senang sekali kalau mau kasih saran dan kritik untuk penyempurnaan strategi trading ini ke depan. Terima kasih. Salam! (by Sarby)

Share This
Previous Post
Next Post

Professional trader and journalist. He's a simple man.

0 komentar: