Rabu, 03 November 2021

Ingin Jadi Pengusaha Sukses ala Milenial? Inilah 10 Langkah yang Wajib Kamu Tempuh

Foto: Pixabay

GENERASI milenial merupakan talenta muda yang siap menjadi entrepreneur atau pengusaha muda. Pasalnya, mereka sudah paham tentang tren dan keinginan pasar.

Selain itui, generasi milenial sudah melek dengan teknologi. Mereka sudah sangat akrab dengan berbagai macam perangkat teknologi, terutama gadget atau gawai.

Sifat milenial yang suka dengan tantangan dan perubahan, mendorong mereka untuk senantiasa mandiri dan kreatif. Dengan berbagai persiapan, talenta, dan bekal keilmuwan yang dimiliki, mereka bisa menjadi pengusaha muda yang sukses.

“Hanya butuh sedikit keuletan dan bekal pengetahuan yang mumpuni untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita jadi pengusaha,” ujar Kepala Nusa Mandiri Entrepreneur Center (NEC) Universitas Nusa Mandiri (UNM), Jakarta, Maruloh seperti dilansir oleh Bisnisforliving.com dari siaran pers yang dirilis UNM, Rabu 3 November 2021.

Adapun 10 langkah jadi pengusaha sukses ala milenial adalah:

1. Jangan setengah hati melakukan sesuatu

Lakukan semuanya dengan sepenuh hati. Cintai apa yang sudah dilakukan dan dikerjakan. Selalu ingat, melakukan sesuatu karena passion, merupakan kunci dari sebuah keberhasilan bisnis. 

Di dunia bisnis, kegagalan menjadi sebuah hal yang biasa. Akan tetapi sebagai seorang pengusaha yang ingin sukses, jangan pernah menyerah untuk terus berjuang dan kembali bangkit.

2. Lakukan step by step, tidak langsung jadi

Untuk memulai bisnis, apalagi bisnis startup, harus memulainya selangkah demi selangkah. Mulailah dari risiko yang paling kecil, dari situ maka akan belajar mencari peluang dan melihat minat pasar. Sehingga, dapat memahami pasar juga keinginan pasar dengan cukup teliti namun pasti.

3. Cari pengalaman

Luangkan waktu beberapa tahun, untuk mencari pengalaman dari orang lain. Dengan begitu, akan mudah mempelajari berbagai situasi dan kondisi di lapangan. Belajar dari orang lain akan memperkaya ilmu dan pengalaman, sehingga kelak akan semakin mantap menata bisnis sendiri.

4. Promosi diri

Percaya diri amatlah penting bagi seorang entrepreneur. Jadi, jangan malu untuk selalu bertanya dan mempromosikan apa yang menjadi bisnis kita. Teruslah bergerak, jangan ciut oleh cemoohan orang lain. Sebab, promosi merupakan bagian dari jalan sukses dalam proses menjadi pengusaha.

5. Berani memulai dan mencoba

Berani memulai, juga menjadi kunci sukses seorang pengusaha. Dengan berani mengambil action maka tujuan dari bisnis akan segera tercapai. Realisasikan ide bisnis, menjadi sesuatu yang nyata bukan sekedar angan belaka.

6. Berpikir out of the box

Berpikir kreatif atau out of the box adalah kunci seorang pengusaha. Dengan melihat peluang yang ada di pasar, mampu menjadi kesempatan sukses dalam memulai bisnis. Menangkap segala peluang dengan ide-ide kreatif yang tak terpikirkan orang lain, mampu menjadi solusi bagi masyarakat.

7. Punya visi dan misi yang jelas

Merencanakan bisnis dengan visi dan misi yang jelas, menjadi faktor selanjutnya. Buat rencana bisnis dengan fleksibilitas tinggi dan sebuah inovasi bisnis yang disukai masyarakat. Bukan tidak mungkin, tujuan dari bisnis akan tercapai dan sukses menjadi pengusaha.

8. Fokus

Jalankan satu bisnis secara fokus dan telaten. Jangan mudah merasa puas dalam satu sesi atau momentum, lalu begitu cepat memutuskan untuk menggandakan keuntungan dengan memulai bisnis baru. 

Pastikan terlebih dahulu bisnis pertama stabil dan sukses, setelah itu silakan mengembangkan usaha.

9. Rajin belajar

Jangan cepat puas, teruslah belajar. Roda bisnis itu pasti mengalami naik dan turun. Jangan lelah berusaha jika sedang di bawah dan juga jangan cepat bangga ketika merasa di atas. Akan tetapi, teruslah belajar dan menggali pengetahuan, juga mencari pengalaman demi bekal bisnis di masa depan.

10. Punya target pasar

Jadi pengusaha yang sukses harus pandai menganalisis pasar. Kebutuhan masyarakat terkini yang menjadi tren bisa menjadi target pasar yang empuk dan sesuai. Tetapi, jangan lupa untuk selalu mengunggulkan kualitas dan menyesuaikan kebutuhan pasar.

Itulah beberapa kunci sukses pengusaha ala milenial. Kepala Nusa Mandiri Entrepreneur Center (NEC) Universitas Nusa Mandiri (UNM),  Maruloh menyebutkan, generasi milenial merupakan generasi yang siap menjadi pengusaha muda. Pasalnya, mereka sudah melek teknomogi dan paham tentang tren dan keinginan pasar. (sb-21)

 Sumber: Universitas Nusa Mandiri

Kamis, 28 Maret 2019

Pendiri Grab Berbagi Tips Sukses Kembangkan Startup


Co-founder Grab, Tan Hooi Ling

BAGAIMANA sebuah startup meraih kesuksesan? Ternyata tidak mudah. Para pendirinya juga pernah melakukan kesalahan demi kesalahan, dan merasakan pahit getirnya jatuh bangun dalam mengembangkan binis rintisan mereka.

Co-founder Grab, Tan Hooi Ling membagi resep sukses memulai bisnis bagi para inisiator startup atau perusahaan rintisan yang baru membangun usahanya.

Dia mengatakan, pemimpin sebuah startup tidak boleh takut membuat kesalahan sebab kesalahan pasti selalu akan terjadi.

"Kita akan membuat kesalahan dan kesalahan bukanlah sesuatu yang buruk, kecuali Anda tidak belajar darinya," ujar Ling, dalam workshop startup Thinkubator di Jakarta, Kamis (28/3/2019).

"Grab tidak tumbuh dari berapa banyak kesalahan yang kami buat, tapi seberapa cepat kami belajar dari kesalahan dan memastikan tim kami tidak mengulangi kesalahan yang sama," tambahnya.

Dia juga memberi tiga hal yang dapat dilakukan para pemimpin startup saat membuat kesalahan, yaitu refleksi, istirahat, dan memulai lagi (reflect, rest, reset).



Bila Anda melakukan kesalahan besar atau mengambil langkah strategis yang salah, berilah waktu bagi diri sendiri untuk berefleksi dan melihat kembali situasi serta apa yang sudah Anda lakukan, kata Ling.

"Beri diri Anda ruang dan mundurlah sejenak, lupakan pohonnya dan mulai melihat hutannya, cari tahu bagaimana Anda bisa mengubah situasinya," ujar Ling. "Kemudian, belajarlah untuk beristirahat, cari tahu apa yang ingin Anda lakukan dan lihat apa yang bisa Anda ubah," imbunya. 

Apa pelajaran yang bisa kita petik dari tips pendiri Grab Tan Hooi Ling? Untuk skala kecil, tips tersebut dapat juga kita terapkan untuk mengembangkan bisnis yang sedang kita jalani. Sebab memulai dan mengembangkan sebuah bisnis, tak selalu bisa sukses melalui jalan tol yang mulus. Sering juga harus melewati jalur perjalanan yang terjal dan banyak rintangan, kita harus jatuh bangun dulu dan banyak melakukan kesalahan. 

4 Unicorn yang Menggaet Minat Investor Dunia

Sebagai penyemangat meriah sukses dalam bisnis, yuk kita mengenal empat unicorn yang mampu menggaet minat investor dunia.

Ya, pembahasan mengenai unicorn atau perusahaan startup dengan valuasi 1 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 14 triliun (kurs Rp 14.000) ramai dibahas dalam beberapa waktu terakhir.

Saat ini, terdapat 4 unicorn di Indonesia. Salah satunya bahkan telah menuju decacorn atau yang memiliki valuasi mencapai 10 miliar dolar AS.

Tumbuhnya unicorn ini sedikit menuai pro kontra. Ada yang membanggakan, ada pula yang menyayangkannya. Sebab, walaupun tumbuh di dalam negeri, namun unicorn Indonesia dikuasai asing.

Unicorn-unicorn tersebut ialah Go-Jek, Traveloka, BukaLapak, dan Tokopedia. Berikut profil dari masing-masing unicorn tersebut.

Go-Jek

Go-Jek pertama kali berdiri pada  2010. Ketika itu, Go-Jek melayani transportasi ojek yang mengandalkan call center. Pada  2015, Pendiri Go-Jek Nadiem Makarim membawa Go-Jek lebih inovatif lagi dengan menghadirkan aplikasi sampai populer hingga sekarang ini.

Saat ini, Go-Jek sudah menjadi salah satu raja transportasi online di Indonesia. Bahkan layanan ini juga sudah merambah ke Vietnam. Dilansir dari Detikfinanfe pada Oktober 2018, valuasi pasar Go-Jek berkisar di 4,8 miliar dolar AS.

Go-Jek tengah membuka putaran pendanaan baru, di mana perusahaan ini dikabarkan mendapatkan suntikan modal segar yang bersumber dari Google, Tencent, dan JD.com. Ketiganya menggelontorkan investasi sebesar 920 juta dolar AS atau sekitar Rp 12,9 triliun di Go-Jek.

Apabila investasi dari ketiga Google, Tencent, dan JD.com disepakati, maka akan membuat valuasi Go-Jek mencapai 9,5 miliar dolar AS atau setara Rp 133 triliun!

Sejauh ini, belum termasuk rumor pedanaan dari Google, Tencent, dan JD.com yang terbaru, Go-Jek telah mengumpulkan lebih dari USD 2 miliar dari berbagai investor, termasuk putaran 1,4 miliar dolar AS pada tahun lalu hingga membuat perusahaan ride hailing ini memiliki nilai bisnis sebesar 5 miliar dolar AS.



Tokopedia

Valuasi raksasa e-commerce Tokopedia semakin besar setelah beberapa waktu lalu, situs marketplace ini disuntik sejumlah investor asal Jepang dan China.

Tokopedia disuntik modal senilai 1,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 15,9 triliun (kurs: Rp 14.500) oleh Softbank dan Alibaba Group.

Dana itu telah membuat valuasi Tokopedia saat ini mencapai 7 miliar dolar AS atau setara Rp 101,5 triliun.

Total valuasi tersebut dipercaya dari salah satu sumber Techcrunch, seperti dikutip Rabu (12/12/2018). Dengan masuknya suntikan modal ini, Tokopedia tercatat telah mengumpulkan dana dari investor mencapai 3,4 miliar dolar AS atau setara Rp 49,3 triliun selama sembilan tahun berdiri.

CEO Tokopedia, William Tanuwijaya mengatakan, perusahaan masih akan terus fokus pada pasar dalam negeri guna mendorong pembangunan ekonomi dan inklusi keuangan di Indonesia.

BukaLapak

Bukalapak tak sepenuhnya didukung oleh pemain lokal. Pada 13 Februari 2014, investor 500 startup masuk namun tidak dibeberkan berapa injeksi pendanaan seri A yang diberikan.

500 startup merupakan venture capital yang bermarkas di San Francisco, AS. Pendanaan yang masuk seri A lainnya yakni GREE Ventures, IREP, aucfan Co.Ltd.

Pada pendanaan seri B, masuklah Emtek (Elang Mahkota). Sang pemilik stasiun televisi SCTV ini masuk Bukalapak sebagai Lead Investor lewat KMK Online pada Februari 2015 yang juga bersamaan dengan 500 Startups.

Namun beberapa pemberitaan menyebutkan, masuknya Emtek ini sudah sejak 2014 di mana menguasai sampai 19,68% dengan nilai 2,2 juta dolar AS. Dan pada 2015, sampai saat ini, Emtek melalui KMK Online telah menguasai 49 persen saham Bukalapak dengan menambahkan total 20 juta dolar AS lebih berdasarkan pemberitaan Tech in Asia. 

Pendanaan sudah mencapai seri D di Bukalapak. Di mana pada seri D ini ada investor lain seperti Mirae Asset-Naver Asia Growth Fund, GIC sampai Ant Financial yang merupakan perusahaan subordinasi Alibaba Group

Traveloka

Satu lagi startup unicorn di Indonesia adalah Traveloka, situs penyedia layanan travel ini punya valuasi di atas 1 miliar dolar AS, bersanding dengan Go-Jek, Tokopedia, dan Bukalapak.

Traveloka telah merambah negara-negara di kawasan ASEAN, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

Traveloka melakukan empat kali putaran penggalangan dana dengan total suntikan dana di atas 500 juta dolar AS. Deretan investor Tokopedia adalah Expedia, GFC dan Sequoia Capital dari AS, Hillhouse Capital dan JD.com dari China. (sb-19)

Sumber: Detikfinance

Selasa, 24 April 2018

Terungkap, Rahasia Hermes Bisa Jualan Kantong Kresek Seharga Rp 1 Juta!


Foto: Social Media 

Syahrini menjinjing tas Hermes seharga Rp 2,43 miliar dan tas kresek pembungkusnya seharga Rp 1 juta.


BAGAIMANA  perasaan Anda saat belanja di minimarket, lalu kasir meminta Anda membayar kantong kresek pembungkusnya seharga Rp 200? Bagaimana pula perasaan Anda saat belanja di supermarket atau toko grosir besar dan kasirnya meminta Anda membayar kantong kresek pembungkusnya seharga Rp 2.000?

Kemudian Anda bayangkan, Anda membeli sebuah tas lalu diminta membayar plastik kresek pembungkusnya seharga Rp 1 juta, mau? Jika Anda tidak mau alias menolak mati-matian, itu wajar saja, karena Anda bukan Syahrini. Kalau Syahrini sih mau saja membeli tas kresek seharga Rp 1 juta. Apalah nilai Rp 1 juta buat sang artis sosialita nan kece badai cetar membahana katulistiwa dan tajir nggak abis abis. Eh, jangan syirik lho ya, hehehe.... 



Yes! Hermes, brand tas supermewah asal Prancis, bisa menjual tas plastik yang berfungsi sebagai kantong kresek pembungkus barang-barang belanjaan, seharga Rp 1 juta. Fakta ini sempat viral ketika artis sesuatu nan kece badai Syahrini menggunggah foto di akun Instagramnya saat menjinjing tas merek Hermes yang dibungkus kantong kresek karena cuaca lagi gerimis. 

Yang bikin heboh warganet, tas kresek pembungkus tas mewah Syahrini itu ternyata produk Hermes yang diberi nama  Hermes Rain Coat Kit seharga 78 dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 1 juta. 

Adapun tas mewah di dalam tas kresek itu adalah merek Hermes Birkin 35 Bag Blanc Himalaya Exquisite Skin Limited Editionsa, harganya yang menyentuh 185,950 dolar AS atau sekitar Rp 2,43 miliar. 

Yang bikin heboh warganet buat semata tas mewah Hermes seharga Rp 2,43 miliar, tapi mau-maunya Syahrini membeli kantong kresek seharga Rp  1 juta.  Jika sekadar pelindung tas dari gerimis, bukankah bisa pakai kantong kresek biasa kelas minimarket seharga Rp 200 atau kelas toko grosir besar seharga Rp 2000?

Dilansir dari akun Facebook fans Bob Sadino dan Facebook group Jago Jualan,  dibahas rahasia marketing Hermes bisa menjual tas plastik sejenis kantong kresek seharga Rp  1 juta.
Dalam ilmu marketing, strategi jualan seperti itu disebut context design. Teori dari strategi itu mengungkapkan bahwa harga itu bersifat perspektif dan tidak bisa berdiri sendiri.

Nah, tas kresek seharga Rp 2.000 akan terasa mahal jika pembandingnya Rp 10 ribu. Tetapi, lain halnya dengan tas kresek seharga Rp 1 juta akan terasa murah jika pembandingnya senilai Rp 2,43 miliar. Dengan begitu, penjual bisa mendapatkan keuntungan tinggi dengan cara “menenggelamkan” item atribut dari atribut utamanya.

Konsep marketing context design ini juga bisa ditiru untuk diterapkan dalam bisnis Anda, lho. Misalnya, jika Anda ingin menjual aksesori hijab dengan keuntungan 100 persen atau lebih, Anda bisa menyisipkan aksesori itu ke hijab yang harganya jutaan. Aksesori itu akan membuat hijab semakin lebih cantik atau elegan, dan harganya yang telah dibuat mahal 100% atau lebih, tetap bisa diterima pembeli sebagai aksesoris dengan harga wajar atau bahkan dinilai murah. 

Atau jika Anda seorang agen perjalanan umrah, Anda bisa mengemas paket perjalanan umrah sekaligus mendapatkan paket oleh-oleh umrah. Akhirnya, pemasaran jasa perjalanan umrah Anda akan menjadi unique selling proposition (USP) yang berguna untuk jualan oleh-oleh umrah sebagai pendukung bisnis utama, yakni agen perjalanan umrah. Meskipun oleh-oleh umrah Anda jual lebih mahal, tapi konsumen bisa menerima bahkan dinilai murah karena dianggap sebagai bonus dari paket perjalanan umrah tersebut. 



Sekali lagi sebagai catatan, jika membiarkan sebuah barang berdiri sendiri, pelanggan otomatis akan mencari pembanding harga yang sejenis. Kalau sudah begini, Anda akan kesulitan mencari keuntungan yang tinggi.

Untuk itu, pintar-pintarlah mendefinisikan ke mana suatu produk itu dijual dan seberapa tinggi keuntungan yang bisa dimainkan dengan cara menggabungkan dalam satu paket dengan produk lainnya yang jauh lebih mahal.

Nah, kini terungkap sudah rahasia bagaimana cara membuat barang yang biasa menjadi berharga mahal, sangat mahal, bahkan supermahal tapi konsumen tetap mau membelinya! (sb-18)




Minggu, 15 April 2018

Yuk, Belajar Strategi Laris Jualan ala Mitsubishi Xpander!



Foto: Dok Mitsubishi Motors

Kemewahan booth Mitsubishi Xpander di ''Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017'' pada Agustus 2017 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang.


MITSUBISHI Xpander berhasil meraih penghargaan “Car of The Year”  di ajang ‘’11th otomotif Award 2018’’.  

Dengan diterimanya penghargaan tersebut, Xpander telah mendapatkan total lima penghargaan dari berbagai media massa dan institusi nasional sejak diluncurkan di ajang ''Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017'' pada Agustus 2017 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang.

Empat penghargaan lain yang diterima Mitsubishi Xpander, yakni sebagai ‘’Best of The Best MPV’’ di Otomotif Awards 2018, ‘’Best Low MPV’’ di Otomotif Awards 2018, ‘’New Kid on The Road of The Year’’ di ICar Asia People’s choice Awards 2017, dan ‘’1st Winner Favorite Car’’ di  GIIAS 2017.

Xpander pun menjadi salah satu mobil primadona masyarakat borju di Indonesia. Dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada Februari 2018, Xpander menduduki peringkat penjualan teratas di antara semua merek mobil yang beredar di Indonesia. Lebih rinci, berikut ini lima besar penjualan mobil di Indonesia pada  Februari 2018:

1. Mitsubishi Xpander:  terjual 7.400 unit.
2. Toyota Avanza: terjual 6.773 unit.
3. Suzuki Ertiga: terjual 4.223 unit.
4. Daihatsu Xenia: terjual 2.529 unit.
5. Honda Mobilio:  terjual 1.514 unit.



Dari prestasi dan keberhasilan Xpander menguasai pasar otomotif Indonesia, tentu saja telah membuat iri para pemegang merek otomotif lain, bahkan mengundang rasa penasaran para pebisnis secara umum dari sisi kesuksesan strategi marketing. 

Namun sisi positifnya, para pebisnis terutama tim marketing bisa belajar banyak  dari PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), sebagai distributor resmi kendaraan produksi Mitsubishi Motors di Indonesia. Apa saja strategi marketing yang bisa kita contek dari MMKSI untuk diterapkan dalam strategi marketing secara umum? 

Bisnisforliving.com menemukan artikel menarik di grup Facebook “Jago Jualan” yang mengupas secara khusus kesuksesan strategi marketing Xpander di Indonesia. Artikel berjudul “5 Strategi Xpander Bisa Jualan Mobil Seperti Kacang Goreng’’ itu ditulis Saiful Islam alias Sam Ipoel, admin grup “Jago Jualan” dan “Inbound Marketer”.  Artikel ini mengupas tuntas strategi marketing yang bisa kita contek dari keberhasilan Xpander menguasai pasar otomotif di Indonesia. Biar memberi manfaat lebih luas, berikut ini kita kutip kupasan dari Sam Ipoel dengan adaptasi seperlunya. Yuk, kita simak…..

1.  Top Botton Moving Strategy 
Tak dimungkiri pengaruh dari image premium Pajero Sport melekat kuat di market mobil-mobil produksi Mitsubishi Motors. Sampai-sampai ada cerita yang viral banget gara-gara ada orang tua yang nekat kasih nama putra tercintanya Pajero Sport. Mungkin ini jadi satu-satunya anak dengan nama Pajero Sport di seluruh dunia. Bapak paling gokil sedunia… nekat kasih nama anak dengan nama produk, ha ha ha…

Terlepas apapun alasan dari si orang tua, kegagahan si Pajero Sport memang sudah melekat sangat kuat di benak market. Dan itu tidak bisa disangkal. Pihak Mitsubishi pasti sudah mengantongi datanya, berapa orang yang men-search informasi tentang Pajero ini, berapa yang menonton video review-nya, yang melihat-lihat Pajero-nya dan akhirnya masih balik kucing karena harganya juga yang 'gagah' segagah tongkrongannya.

Image kuat si Pajero ini yang menginspirasi Mitsubishi memproduksi adiknya. Maka lahirlah si Xpander yang menjadi semacam Pajero wanna be-nya. Bisa jadi, strategi marketing Mitsubishi Motors juga terinspirasi kesuksesan Elon Musk, pendiri Tesla dalam memasarkan mobil premium itu. Menurut Musk, master plan marketing bisa dibuat sebagai berikut: 

#1 Build sports car.
#2 Use that money to build an affordable car.
#3 Use that money to build an even more affordable car.
#4 While doing above, also provide zero emission electric power generation options.

Apa maksudnya?
Dari plan #1 Elon Musk mulai bergeser ke plan #2 , dan plan #3 yakni mulai memproduksi electric car yang makin terjangkau.

Baru-baru ini Tesla mengumumkan produk baru mereka yang dibanderol seharga hanya 35 ribu dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 465 jutaan alias setara dengan harga Pajero Sport.

Coba bandingkan dengan harga mobil-mobil Tesla sebelumnya yang ada di range $100 ribu atau 1,3 miliaran rupiah. Ini harga sebelum pajak lho, bayangkan saja ya.
Sekarang strategi yang bisa kita pelajari dari Tesla dan Mitsubishi adalah, "Mulailah dari atas… bukan dari bawah!"

Strategi yang serupa dan memang sudah teruji efektivitasnya. Berangkat dari image premium menuju ke segmen di bawahnya. Kalau brand dengan image premium yang kuat menuju ke segmen di bawahnya, maka bagi pemimpi brand premium tadi dianggap berkah. Hal itu dianggap sebagai generosity atau kemurahhatian sebuah brand terkenal. Karena dimindset pasar bahwa banderol brand terkenal tersebut tinggi banget... supermahaaaal.

Pajero Sport dengan harga di kisaran Rp 480 jutaan hanya segmen kantong Doraemon alias berkantong tebal saja yang bisa membeli mobil ini. Jumlahnya tidak banyak. Begitu keluar produk baru Mitsubishi yang diberi label Xpander di harga 189 jutaan +++ maka dianggap berkah banget buat para pengidam Pajero Sport, mereka yang selama ini sampai ngiler-ngiler memimpikan Pajero. 

Rejeki... rejeki... rejeki... kehadian Xpander dianggap rezeki.  Nyatanya, fitur-fitur  Xpander memang berlebih dibanding mobil kelas small MPV pada umumnya.  



2. Make Up The Story… Xpander is Good a Good Investment

Strategi second Xpander muncul dengan harga 20 juta lebih tinggi. Ini strategi "kurang ajar" tapi cukup efektif. Ini bukan yang pertama, mobil sejuta umat Toyota Avanza juga pernah kayak gini.
Menciptakan persepsi di pikiran market.. beli Xpander itu untung banget seperti investasi. Bayangkan… bulan Oktober 2017 di mana orang masih berlomba-lomba antre nginden berbulan-bulan sudah banyak yang jual second-nya dengan harga 20 juta lebih tinggi.

Jelas ini mengundang orang yg mindset-nya cuan alias oportunis untuk latah beli Xpander. Karena ngerti di pasar second harganya jauh lebih mahal, maka makin membeludak yang inden.

Semakin membeludak yang inden, artinya antrean makin panjang. Mereka yang inden dan dapat duluan dilepas lagi ke pasar dengan harga lebih tinggi, masih baru tapi nggak pake ngantri berbulan-bulan.

3. Design The Scarcity Effect
Scarcity adalah menciptakan efek kelangkaan. Mitsubishi paham benar kapasitas produksinya. 

Namun dia seperti ngegas tanpa rem ketika membuat promosi Xpander ini. Asli gila-gilaan. Dia  menggunakan berbagai channel untuk boosting promosinya. Di televise, Koran, website high traffic macam Detik.com, MotoMobi, hingga media-media buzzer otomotif di Youtube. 
Padahal dia paham benar kapasitas produksinya dan kemampuan distribusinya. Tujuannya...
menciptakan kelangkaan… 

Dalam teori the scarcity effect, semakin langka dan makin susah didapat akan menaikkan image  dari si Xpander ini. Yang inden makin panjang dan mengular secara psikologis ini membentuk image bahwa Xpander sangat layak  diperjuangkan dan diperebutkan. Berhasil mendapatkannya adalah sebuah kebanggaan.

4.  Mere Exposure Effect (MEE) 
Dampak promosi dan exposure gila-gilaan. Iklan Xpander di mana-mana. Sebelas dua belas sama Meikarta. Mere Exposure Effect (MEE) adalah sebuah femomena di mana manusia punya kecenderungan menyukai sesuatu yg di-expose secara berlebihan.

Kata orang Jawa "Tresno iku jalaran soko kulino" alias ‘’Rasa cinta itu datang karena terbiasa’’. Kalau  dalam otak ini adalah proses menumbuhkan Myelin yang melapisi koneksi antarsel otak. Inilah kenapa iklan Xpander bisa kita temui di mana-mana. Dan ini bisa dilihat dari Ads spendingnya.

Menurut laporan Adstensity, dengan mengusung produk anyarnya, Xpander, Mitsubishi telah menggelontorkan belanja iklan TVC sebesar Rp 25,21 miliar di sepanjang Agustus 2017. Itu cuman bulan Agustus saja loh. Bandingkan dengan belanja iklan Mitsubishi di Agustus setahun sebelumnya.

Mitsubishi, pada Agustus 2016 lalu, hanya membelanjakan iklan TVC-nya sebesar Rp 0,34 miliar. Naik 74 kali lipat atau 7.400%. Niatnya simple.  Membangun awareness brand Xpander di mana-mana. Semakin sering Xpander ditemui, semakin sering diexpose, makin sering diulas… makin sering diomongin, maka akan memperbesar probabilitas Xpander untuk lebih dicintai dibanding merek yang lain.

5.  The Power of Influencer And The Right Momentum
Sangat tepat sekali ketika Mitsubishi mampu memilih expand marketing channel mereka di ranah digital. Banyak para influencer dan otoexpert yang digandeng oleh Mitsubishi. Besar kemungkinan mereka cukup bias atau temdensius ketika mereview Xpander. 



Angka 1,5 juta view + 1,8 juta view adalah angka yang cukup langka untuk sebuah video review otomotif di Youtube, itu adalah prestasi yang luar biasa. Ditambah... Xpander benar-benar jadi bintang ketika memanfaatkan momentum event pameran otomotof paling prestisius di Indonesia.

Ini sebuah kutipan dari ulasan majalah ekonomi SWA: "Pertaruhan Mitsubishi di event GIIAS 2017 tak percuma. Sejak diluncurkan Mitsubishi pada GIIAS Agustus 2017, Xpander telah menerima lebih dari 23.000 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK). Lebih dari 5.000 SPK diperoleh hanya pada saat GIIAS. Angka itu menjadi perolehan yang lebih tinggi dibandingkan dari capaian pemesanan model mobil lain yang diluncurkan oleh merek mana pun pada pameran otomotif tersebut sejak 2010."

Nah, itu cerita tentang strategi marketing Xpander. Jika Anda pebisnis atau pelaku UMKM yang punya produk, bisa juga mencontek strateginya untuk diterapkan dalam mengembangkan bisnis Anda. (sb-55)

Referensi: Jago Jualan




Jumat, 13 April 2018

6 Tips Cerdas Kelola Kartu Kredit Agar Nggak Bikin Nyesek



Foto: Tribunnews

HIDUP di jaman now inginnya serba cepat dan serba mudah, sehingga kartu kredit memberikan solusi banyak kemudian bagi pengguna dalam berbelanja. Namun, pengguna kartu kredit perlu strategi yang tepat untuk mengelola penggunaan kartu kredit, agar tagihan kartu kredit tidak bikin nyesek di kemudian hari. 

Yes, seiring dengan semakin bertambahnya penduduk kelas menengah, kebutuhan masyarakat pada kartu kredit pun terus meningkat. Kartu Kredit sudah menjadi kebutuhan terutama bagi orang yang tidak suka memegang uang tunai. Mengapa? Karena kartu ajaib ini dapat membuat pemakainya bisa berbelanja apa saja tanpa harus memiliki uang di rekening ataupun di dompet.

Namun, Anda harus mulai belajar untuk cerdas dalam menggunakan kartu kredit. Kenikmatan dan kemudahan yang ditawarkan kartu kredit seringkali membuat Anda lupa akan kondisi keuangan Anda sesungguhnya. 



Saking mudah dan menguntungkannya, kartu ajaib ini dapat membuat Anda terbuai dan akhirnya terlilit utang yang menumpuk sehingga namanya bukan lagi kartu ajaib melainkan kartu bencana.
Nah, bencana yang bersumber dari kartu kredit inilah yang akan biang masalah-masalah berikutnya  di kemudian hari. Pasti Anda tidak mau hidup dihantui utang, dikejar-kejar debt collector dengan wajah sangar, hingga akhirnya hidup melarat? 

Pakar marketing yang juga motivator sohor Tung Desem Waringin, membagikan enam tips agar  Anda bisa menggunakan kartu kredit secara cerdas:

1. Buat Kartu Kredit Sesuai Kebutuhan 
Kartu kredit sering mengadakan kerja sama dengan toko-toko komersial, hal ini ditujukan untuk menarik nasabah dan memberikan kenikmatan lebih bagi penggunanya. Jika Anda cenderung akan banyak menggunakannya untuk kuliner, buatlah kartu kredit yang banyak memberikan promo di restoran.
Atau jika Anda menyukai hal-hal berbau fashion, buatlah kartu kredit yang banyak memberikan promo di outlet-outlet fashion. Apapun kesukaan Anda, cari tahu lebih lanjut promosi kartu kredit yang ditawarkan sebelum menjatuhkan pilihan.

Baca juga:  Kartu Kredit Digital Lagi Ngetren, Apa Saja Sih Keunggulannya?

2.  Tentukan Budget Pemakaian Kartu
Setiap kartu kredit memiliki limit masing-masing, karena itu usahakan untuk selalu menggunakan kartu kredit di bawah limit yang sudah ditentukan. Misalnya, limit kartu kredit Anda adalah Rp 4 juta, akan lebih baik dan aman jika Anda tidak memakainya hingga 4 juta atau bahkan lebih. 
Karena besarnya limit bukan menunjukkan bahwa Anda harus menggunakannya sampai batas maksimal. Jangan menggunakan kartu kredit hingga melebihi limit yang ditentukan, karena Anda akan dikenakan denda. Sadari kemampuan keuangan dan gunakanlah kartu kredit dengan bijak.



3.  Dua Kartu Kredit adalah Jumlah Maksimal untuk Dimiliki
Meski memberikan banyak kemudahan dan kenikmatan, Anda harus membatasi diri agar tidak memiliki kartu kredit lebih dari dua kartu. Karena semakin banyak kartu kredit akan memberikan Anda kemungkinan yang lebih besar untuk berlebihan dalam menggunakannya dan menghasilkan utang yang menumpuk. 

Semakin banyak utang semakin berat pula cicilan yang harus dibayara. Jadi, mulai saat ini jangan terlalu banyak memiliki kartu kredit karena meski terlihat lebih memudahkan, ada bahaya yang sedang menanti di masa depan.

4. Atur Limit Kartu Kredit
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, idealnya seseorang hanya boleh memiliki dua kartu kredit. Dengan dua kartu kredit, seharusnya sudah dapat memenuhi seluruh kebutuhan jika Anda pandai mengaturnya. Setiap kartu kredit memiliki limit kartu yang dapat ditentukan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan Anda. 

Supaya bisa menggunakan kartu kredit dengan cerdas, salah satu caranya adalah dengan menentukan salah satu kartu kredit dengan limit yang kecil, agar pengeluaran bisa lebih diatur dan yang satunya lagi dengan limit yang lebih besar untuk berjaga-jaga jika diperlukan. Ingat, jangan sampai lebih besar pasak daripada tiang!



Foto: Cleo

5.  Ingin Belanja? Pikir-pikir Dulu
Belanja bisa dilakukan karena kebutuhan atau keinginan. Tidak semua keinginan adalah kebutuhkan dan begitu pun sebaliknya. Berpikir panjang sebelum belanja adalah hal yang penting, karena tidak jarang banyak orang yang membeli sesuatu hanya karena nafsu semata atau keinginan sementara yang sebenarnya tidak benar-benar dibutuhkan atau inginkan. Maka itu, sebelum Anda menggunakan kartu kredit untuk memuaskan hasrat belanja, pikirkan dulu kegunaannya, apakah penting, bermanfaat, dan harganya layak atau tidak.

6. Amati dan Gunakan Point Reward
Sadar atau tidak, setiap kali Anda belanja pakai kartu kredit, poin dalam kartu kredit akan bertambah. Jumlah poin yang sudah terkumpul banyak dapat ditukarkan dengan barang atau promo-promo menarik. 

Penukaran poin ini merupakan salah satu keuntungan dari kartu kredit, namun Anda harus teliti dan jeli dalam mengamati serta menggunakan point reward. Dengan adanya point reward, menggunakan kartu kredit jadi semakin menguntungkan dan menyenangkan.
Yes, itulah beberapa tips cerdas dalam menggunakan kartu kredit. Tidak cukup hanya mengetahui, Anda harus mulai melakukan agar Anda dapat mengelola keuangan dengan benar, agar Anda tidak dbuat nyesek oleh kartu kredit di kemudian hari. (sb-18)

Sumber: Detikfinance.com



Minggu, 08 April 2018

70 CEO Perusahaan Digital Ngumpul, Banyak Orang Tertular Virus Wirausaha




Foto: Liputan6


Sebanyak 70 CEO perusahaan digital berkumpul memaparkan proses perkembangan bisnis mereka di Summarecon Mal Serpong, Tangerang, Sabtu (7/4/2018). 

APA jadinya kalau sebanyak 70 Chief Executive Officer (CE0) perusahaan digital ngumpul? Selain mendapat penghargaan rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri), mereka juga menularkan virus-virus wirausaha pada semua orang yang datang!


Ya, sebanyak 70 CEO perusahaan digital itu berkumpul memaparkan proses perkembangan bisnis mereka pada  acara ''12 Hours Non-Stop Talk With 70 CEOs/Founder/Co-Founder of Digital Company'' di Summarecon Mal Serpong, Tangerang, Sabtu (7/4/2018). Acara yang diselenggarakan  Radio Heartline 100.6 FM itu pun dibanjiri para pelaku bisnis baik yang sudah sukses maupun baru rintisan. 

Penyelenggara acara, Direktur Radio Heartline 100.6 Fm ‎Jose Marwan mengatakan, acara pemecahan rekor Muri itu didasari perkembangan teknologi digital, yang akhirnya berdampak besar bagi perilaku masyarakat, hingga kepada perubahan model bisnis yang mereka jalani.

"Lewat acara ini kami berharap masyarakat peduli dan teredukasi seputar era digital dengan baik," kata Jose. 



Adapun Muri mencatat acara itu sebagai pemecah rekor baru karena kali pertama digelar talkshow nonstop selama 12 jam dengan menghadirkan pembicara sebanyak 70 CEO/Founder/Co-Founder dari perusahaan-perusahaan digital. 

CEO dan Founder perusahaan di‎gital yang hadir di antaranya, CEO Gakkodigital‎art, Widyana Susanty‎. Dia menjelaskan, perusahaannya bergerak pada bidang edukasi anak, untuk meningkatkan kreativitas dalam hal gambar.

"Gambar bergerak mereka tertarik sekali, ada beberapa pameran, anak-anak senang sekali," kata Widyana.

Pembicara lain, CEO Connect.com, Mizno Kruge yang ‎mengungkapkan, perusahaannya menyediakan platform yang mengumpulkan perusahaan jasa. Menurut dia, platform itu untuk  memecahkan masalah industri jasa dan membangun ekosistem yang menggabungkan pasar layanan dan manajemen layanan di Indonesia, dengan standar yang sama dan memiliki jaminan integritas perusahaan jasa.

"Kita cari tukang susah, belum ada standar antara penyedia karena standarnya beda, di kita provider difilter, nanti diverifikasi," kata dia mengkritisi layanan jasa secara umum di Indonesia yang terbilang masih buruk karena belum ada standarisiasi. Akibatnya para pengguna jasa cenderung dibuat susah dan bingung mencari layanan jasa terbaik. (sb-18)

Sumber: Liputan6.com