Senin, 23 April 2018

Terungkap, Rahasia Hermes Bisa Jualan Kantong Kresek Seharga Rp 1 Juta!


Foto: Social Media 

Syahrini menjinjing tas Hermes seharga Rp 2,43 miliar dan tas kresek pembungkusnya seharga Rp 1 juta.


BAGAIMANA  perasaan Anda saat belanja di minimarket, lalu kasir meminta Anda membayar kantong kresek pembungkusnya seharga Rp 200? Bagaimana pula perasaan Anda saat belanja di supermarket atau toko grosir besar dan kasirnya meminta Anda membayar kantong kresek pembungkusnya seharga Rp 2.000?

Kemudian Anda bayangkan, Anda membeli sebuah tas lalu diminta membayar plastik kresek pembungkusnya seharga Rp 1 juta, mau? Jika Anda tidak mau alias menolak mati-matian, itu wajar saja, karena Anda bukan Syahrini. Kalau Syahrini sih mau saja membeli tas kresek seharga Rp 1 juta. Apalah nilai Rp 1 juta buat sang artis sosialita nan kece badai cetar membahana katulistiwa dan tajir nggak abis abis. Eh, jangan syirik lho ya, hehehe.... 



Yes! Hermes, brand tas supermewah asal Prancis, bisa menjual tas plastik yang berfungsi sebagai kantong kresek pembungkus barang-barang belanjaan, seharga Rp 1 juta. Fakta ini sempat viral ketika artis sesuatu nan kece badai Syahrini menggunggah foto di akun Instagramnya saat menjinjing tas merek Hermes yang dibungkus kantong kresek karena cuaca lagi gerimis. 

Yang bikin heboh warganet, tas kresek pembungkus tas mewah Syahrini itu ternyata produk Hermes yang diberi nama  Hermes Rain Coat Kit seharga 78 dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 1 juta. 

Adapun tas mewah di dalam tas kresek itu adalah merek Hermes Birkin 35 Bag Blanc Himalaya Exquisite Skin Limited Editionsa, harganya yang menyentuh 185,950 dolar AS atau sekitar Rp 2,43 miliar. 

Yang bikin heboh warganet buat semata tas mewah Hermes seharga Rp 2,43 miliar, tapi mau-maunya Syahrini membeli kantong kresek seharga Rp  1 juta.  Jika sekadar pelindung tas dari gerimis, bukankah bisa pakai kantong kresek biasa kelas minimarket seharga Rp 200 atau kelas toko grosir besar seharga Rp 2000?

Dilansir dari akun Facebook fans Bob Sadino dan Facebook group Jago Jualan,  dibahas rahasia marketing Hermes bisa menjual tas plastik sejenis kantong kresek seharga Rp  1 juta.
Dalam ilmu marketing, strategi jualan seperti itu disebut context design. Teori dari strategi itu mengungkapkan bahwa harga itu bersifat perspektif dan tidak bisa berdiri sendiri.

Nah, tas kresek seharga Rp 2.000 akan terasa mahal jika pembandingnya Rp 10 ribu. Tetapi, lain halnya dengan tas kresek seharga Rp 1 juta akan terasa murah jika pembandingnya senilai Rp 2,43 miliar. Dengan begitu, penjual bisa mendapatkan keuntungan tinggi dengan cara “menenggelamkan” item atribut dari atribut utamanya.

Konsep marketing context design ini juga bisa ditiru untuk diterapkan dalam bisnis Anda, lho. Misalnya, jika Anda ingin menjual aksesori hijab dengan keuntungan 100 persen atau lebih, Anda bisa menyisipkan aksesori itu ke hijab yang harganya jutaan. Aksesori itu akan membuat hijab semakin lebih cantik atau elegan, dan harganya yang telah dibuat mahal 100% atau lebih, tetap bisa diterima pembeli sebagai aksesoris dengan harga wajar atau bahkan dinilai murah. 

Atau jika Anda seorang agen perjalanan umrah, Anda bisa mengemas paket perjalanan umrah sekaligus mendapatkan paket oleh-oleh umrah. Akhirnya, pemasaran jasa perjalanan umrah Anda akan menjadi unique selling proposition (USP) yang berguna untuk jualan oleh-oleh umrah sebagai pendukung bisnis utama, yakni agen perjalanan umrah. Meskipun oleh-oleh umrah Anda jual lebih mahal, tapi konsumen bisa menerima bahkan dinilai murah karena dianggap sebagai bonus dari paket perjalanan umrah tersebut. 



Sekali lagi sebagai catatan, jika membiarkan sebuah barang berdiri sendiri, pelanggan otomatis akan mencari pembanding harga yang sejenis. Kalau sudah begini, Anda akan kesulitan mencari keuntungan yang tinggi.

Untuk itu, pintar-pintarlah mendefinisikan ke mana suatu produk itu dijual dan seberapa tinggi keuntungan yang bisa dimainkan dengan cara menggabungkan dalam satu paket dengan produk lainnya yang jauh lebih mahal.

Nah, kini terungkap sudah rahasia bagaimana cara membuat barang yang biasa menjadi berharga mahal, sangat mahal, bahkan supermahal tapi konsumen tetap mau membelinya! (sb-18)




Share This
Previous Post
Next Post

Professional trader and journalist. He's a simple man.

0 komentar: